Covid-19 Indonesia nyaris tembus 100.000 orang, ‘penambahan kasus tertinggi’ di DKI Jakarta dan Jatim, total meninggal 4.665

ronda masker

Petugas pasar berkeliling dengan membawa poster himbauan untuk mengenakan masker saat kegiatan Ronda Masker di Pasar Harjodaksino, Solo, Jawa Tengah, Rabu (22/07).

Kasus konfirmasi positif virus corona di Indonesia pada Kamis (23/07) bertambah 1.761, sehingga total menjadi 95.418 kasus, demikian berdasarkan situs Kementerian Kesehatan dan tim humas BNPB.

Sejak akhir pekan lalu, jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia melampaui China.

Dilaporkan penambahan ini didapatkan dari hasil pemeriksaan terhadap 24.965 spesimen dalam 24 jam terakhir.

Menurut pemerintah, kasus baru pasien positif Covid-19 tersebar di 34 provinsi.

Dari data tersebut, tercatat lima provinsi dengan penambahan kasus baru tertinggi, dan DKI Jakarta (297 kasus baru) dan Jawa Timur (496 kasus baru).

masker

Keterangan gambar,Mahasiswa mengajar siswa dengan alat belajar Monopoli Matematika (Politika) di rumahnya di Desa Bakalan Krapyak, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (23/07).

Disusul Jawa Tengah (124 kasus baru), Kalimantan Selatan (90 kasus baru), serta Sulawesi Selatan (85 kasus baru).

Sementara, penularan Covid-19 secara keseluruhan hingga saat ini terjadi di 470 kabupaten/kota yang berada di 34 provinsi.

Berapa yang pasien yang meninggal?

Adapun pasien yang meninggal dunia bertambah 89, sehingga total meninggal dunia akibat Covid-19 menjadi 4.665 orang.

Pada Jumat (24/07), dilaporkan ada 1.781 pasien sembuh, sehingga total kasus sembuh ada sebanyak 53.945 pasien.

Dilaporkan kasus sembuh terbanyak tercatat ada di Jawa Timur, dengan total sembuh sebanyak 421 orang, sehingga secara akumulasi pasien sembuh di Jatim mencapai 11.546.

Covid-19, virus corona, Indonesia

Berikut kurva penularan virus corona di Indonesia.

Jumlah kasus virus corona di Indonesia. Total 95.418 orang, 53,945 orang sembuh dan 4.665 orang meninggal dunia.  .

Untuk mengendalikan Covid-19, Presiden Joko Widodo minta agar digencarkan 3T yakni tracing, testing, treatment. Presiden menargetkan 30.000 tes per hari.

Pada Jumat (24/07) Kementerian Kesehatan merilis Indonesia melakukan pemeriksaan 24.965 spesimen dalam 24 jam terakhir.

Kasus Indonesia lampaui China

Pada Minggu (19/07) total kasus positif Covid-19 terdata 86.521 kasus, melampaui China.

Total kasus positif Covid-19 di China pada hari yang sama sebanyak 85.314 menurut data Johns Hopkins University.

Berikut ini adalah data penularan virus corona di berbagai negara. Anda dapat scroll tabel untuk melihat data negara yang Anda ingin ketahui.

data detil

Scroll tabel untuk data lebih lanjut

*Kematian per 100.000 penduduk

Filter:
Dunia
Afrika
Amerika Utara
Amerika Latin dan Karibia
Asia
Eropa
Timur Tengah
Oseania
Kematian Tingkat kematian* Total kasus
Kasus baru

Amerika Serikat 146.250 44,7 4.163.501
Brasil 86.449 41,3 2.394.513
Inggris 45.738 68,1 298.681
Meksiko 42.645 33,8 385.036
Italia 35.102 57,9 245.864
India 32.060 2,4 1.385.635
Prancis 30.192 46,5 180.528
Spanyol 28.432 60,9 272.421
Peru 17.843 55,8 375.961
Iran 15.484 18,9 288.839
Rusia 13.249 9,1 811.073
Belgia 9.821 85,5 65.727
Jerman 9.124 11,0 206.335
Chili 9.020 48,2 343.592
Kanada 8.929 24,1 115.470
Kolombia 8.269 16,7 240.795
Afrika Selatan 6.655 11,5 434.200
Belanda 6.140 36,0 52.743
Pakistan 5.822 2,7 273.113
Swedia 5.697 57,1 78.997
Turki 5.596 6,8 225.173
Ekuador 5.507 32,2 80.036
Indonesia 4.714 1,8 97.286
China 4.652 0,3 86.381
Mesir 4.558 4,6 91.583
Irak 4.284 11,1 107.573
Argentina 2.893 6,5 158.334
Bangladesh 2.874 1,8 221.178
Arab Saudi 2.703 8,0 264.973
Bolivia 2.535 22,3 68.281
Rumania 2.165 11,1 43.678
Swiss 1.977 23,2 34.302
Filipina 1.897 1,8 78.412
Irlandia 1.764 36,6 25.869
Portugal 1.716 16,7 49.955
Guatemala 1.699 9,9 44.492
Polandia 1.664 4,4 42.622
Ukraina 1.625 3,7 66.261
Kirgyztan 1.277 20,3 32.813
Panama 1.275 30,5 58.864
Afghanistan 1.248 3,4 36.036
Aljazair 1.146 2,7 26.764
Honduras 1.098 11,5 38.438
Republik Dominika 1.055 9,9 60.896
Jepang 997 0,8 30.017
Nigeria 856 0,4 39.977
Moldova 732 18,1 22.828
Sudan 717 1,7 11.385
Austria 712 8,0 20.338
Armenia 700 23,7 36.996
Denmark 613 10,7 13.438
Hungaria 596 6,1 4.435
Kazakstan 585 3,2 81.720
Belarus 530 5,6 67.002
Serbia 518 7,4 22.852
Yaman 474 1,7 1.674
Republik Macedonia Utara 460 22,1 9.934
Israel 457 5,5 60.678
Kuwait 429 10,4 63.309
Azerbaijan 408 4,1 29.633
El Salvador 390 6,1 14.221
Kamerun 385 1,5 16.708
Oman 371 7,7 74.858
Ceko 369 3,5 15.212
Uni Emirat Arab 343 3,6 58.562
Bulgaria 338 4,8 10.312
Finlandia 329 6,0 7.388
Maroko 305 0,8 19.645
Korea Selatan 298 0,6 14.150
Bosnia dan Hersegovina 280 8,4 9.767
Kenya 278 0,5 16.643
Norwegia 255 4,8 9.111
Ethiopia 209 0,2 13.248
Kongo 204 0,2 8.801
Yunani 201 1,9 4.166
Senegal 187 1,2 9.552
Kosovo 169 9,2 6.917
Qatar 164 5,9 109.036
Ghana 161 0,5 31.851
Haiti 157 1,4 7.297
Mauritania 156 3,5 6.151
Australia 155 0,6 14.403
Zambia 139 0,8 4.328
Bahrain 138 8,8 38.747
Venezuela 138 0,5 14.929
Albania 134 4,6 4.637
Kroasia 133 3,2 4.792
Malaysia 123 0,4 8.884
Mali 123 0,6 2.503
Slovenia 116 5,6 2.066
Uzbekistan 112 0,3 20.226
Luksemburg 112 18,5 6.189
Nikaragua 108 1,7 3.439
Kosta Rika 98 2,0 14.600
Pantai Gading 94 0,4 15.494
Malawi 94 0,5 3.557
Somalia 93 0,6 3.178
Kuba 87 0,8 2.478
Lithuania 80 2,9 2.001
Madagaskar 78 0,3 8.866
Wilayah Palestina 75 1,5 10.306
Chad 75 0,5 915
Liberia 71 1,5 1.155
Estonia 69 5,2 2.033
Niger 69 0,3 1.124
Siera Lione 66 0,9 1.768
Tajikistan 59 0,6 7.150
Republik Afrika Tengah 59 1,3 4.598
Djibouti 58 6,0 5.039
Thailand 58 0,1 3.291
Libia 58 0,9 2.547
Burkina Faso 53 0,3 1.086
Andora 52 67,5 897
Equatorial Guinea 51 3,9 3.071
Kongo 51 1,0 3.038
Tunisia 50 0,4 1.443
Gabon 49 2,3 6.984
Libanon 47 0,7 3.582
Channel Islands 47 27,6 584
Nepal 45 0,2 18.483
Sudan Selatan 45 0,4 2.258
Montenegro 43 6,8 2.747
Gini 42 0,3 6.927
San Marino 42 124,3 699
French Guiana 41 14,5 7.332
Paraguai 40 0,6 4.328
Angola 39 0,1 916
Mayotte 38 14,6 2.862
Suriah 36 0,2 627
Zimbabwe 34 0,2 2.434
Benin 34 0,3 1.694
Uruguai 34 1,0 1.174
Latvia 31 1,6 1.206
eSwatini 28 2,5 2.142
Slovakia 28 0,5 2.141
Singapura 27 0,5 49.888
Guinea-Bissau 26 1,4 1.954
Isle of Man 24 28,5 336
Suriname 23 4,0 1.381
Cape Verde 22 4,0 2.258
Selandia Baru 22 0,5 1.556
Tanzania 21 0,0 509
Guyana 20 2,6 360
Siprus 19 1,6 1.053
Togo 17 0,2 853
Georgia 16 0,4 1.131
Maldives 15 2,9 3.252
Martinique 15 4,0 269
Saint Martin (wilayah Prancis) 15 40,3 93
Sao Tome dan Principe 14 6,6 862
Guadelupe 14 3,5 203
Kapal pesiar Diamond Princess 13 712
Sri Lanka 11 0,1 2.770
Mozambik 11 0,0 1.616
Yordania 11 0,1 1.154
Bahama 11 2,9 326
Islandia 10 3,0 1.843
Jamaika 10 0,3 837
Mauritius 10 0,8 344
Malta 9 2,0 686
Lesotho 9 0,4 419
Bermuda 9 14,3 153
Trinidad dan Tobago 8 0,6 147
Namibia 7 0,3 1.687
Taiwan 7 0,0 458
Komoros 7 0,8 354
Barbados 7 2,4 108
Myanmar 6 0,0 348
Gambia 6 0,3 277
Rwanda 5 0,0 1.752
Monako 4 10,3 116
Pulau Reunion 3 0,3 657
Brunei Darussalam 3 0,7 141
Aruba 3 2,8 119
Antigua dan Barbuda 3 3,1 82
Kepulauan Turks dan Caicos 2 5,3 92
Belize 2 0,5 48
Kapal pesiar MS Zaandam 2 9
Uganda 1 0,0 1.103
Botswana 1 0,0 686
Burundi 1 0,0 361
Kepulauan Cayman 1 1,6 203
Liechtenstein 1 2,6 86
Belanda Antiles 1 0,6 29
Montserrat 1 20,0 12
Sahara Barat 1 0,2 10
British Virgin Islands 1 3,4 8
Vietnam 0 0,0 418
Mongolia 0 0,0 288
Eritrea 0 0,0 263
Kamboja 0 0,0 225
Kepulauan Faroe 0 0,0 214
Gibraltar 0 0,0 185
Seychelles 0 0,0 114
Bhutan 0 0,0 93
French Polynesia 0 0,0 62
St Vincent dan Grenadines 0 0,0 52
Papua Nugini 0 0,0 39
Fiji 0 0,0 27
Timor Leste 0 0,0 24
Saint Lucia 0 0,0 24
Grenada 0 0,0 23
New Caledonia 0 0,0 22
Laos 0 0,0 20
Dominika 0 0,0 18
Federasi Saint Kitts dan Nevis 0 0,0 17
Greenland 0 0,0 13
Kepulauan Falkland 0 0,0 13
Vatikan 0 0,0 12
Saint Barthélemy 0 0,0 7
Saint Pierre dan Miquelon 0 0,0 4
Anguila 0 0,0 3
Tampilkan lagi

Informasi ini diperbaharui dari waktu ke waktu namun tidak merefleksikan kondisi terkini dari masing-masing negara.

** Data untuk kasus baru rata-rata diperbaharui tiga hari sekali. Karena banyaknya revisi dari angka kasus, rata-rata kasus tidak dapat dihitung untuk tanggal ini.

Sumber: Johns Hopkins University (Baltimore, Amerika Serikat), Kementerian Kesehatan

Data terbaru 26 Juli 2020 16.42 WIB

Kapan terakhir kali terjadi angka kenaikan positif tertinggi?

Rekor kasus harian tertinggi yakni 2.657 kasus pada Kamis (09/07). Saat itu dilaporkan ada klaster baru di sekolah kedinasan, Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat, Secapa AD di Bandung, Jawa Barat. Lebih dari 1.000 orang peserta didik dan pelatih tertular Covid-19.

Pemerintah mengklaim ‘kendali klaster sudah dilakukan dengan baik. Pergerakan orang ke dalam maupun ke luar kompleks Secapa AD dilarang dan diawasi dengan ketat.

Hal ini sempat mendapat sorotan Presiden Joko Widodo.

“Sebaran Covid di seluruh tanah air ini sangat tergantung sekali pada bagaimana daerah mengendalikannya. Dan juga perlu saya ingatkan, ini saya kira sudah lampu merah lagi, hari ini secara nasional kasus positif ini tinggi sekali hari ini, 2.657,” kata Jokowi saat meninjau posko Penanganan Covid-19 Kalteng di Palangka Raya, Kamis (09/07)

  • Kamis (09/07): sebanyak 2.657 kasus baru
  • Kamis (02/07): sebanyak 1.624 kasus baru
  • Rabu (01/07): sebanyak 1.385 kasus baru
  • Sabtu (27/06): sebanyak 1.385 kasus baru
  • Kamis (18/06): sebanyak 1.331 kasus baru
  • Rabu (10/06): sebanyak 1.241 kasus baru
  • Selasa (09/06): sebanyak 1.043 kasus baru
  • Sabtu (06/06), sebanyak 993 kasus baru
  • Sabtu (23/05), sebanyak 949 kasus baru
  • Kamis (21/05), sebanyak 973 kasus baru
  • Rabu (13/05), sebanyak 689 kasus baru
  • Sabtu (09/05), sebanyak 533 kasus baru
  • Selasa (05/05), sebanyak 484 kasus baru

Penambahan kasus positif di Indonesia mulai melaju cepat sejak 6 April yakni sekitar 200-300 orang per hari, lalu bergerak naik 300-400an kasus baru per hari. Dan pada bulan Juni, bergerak fluktuatif antara 400-an kasus hingga lebih dari 1.000 kasus baru per hari.

Sejak resmi dikonfirmasi oleh pemerintah pada awal Maret, kasus positif virus corona di Indonesia dalam waktu empat bulan hampir mencapai 100.000 orang.

Berikut gambaran kasus harian virus corona di seluruh provinsi Indonesia. Anda dapat menggeser peta dan tabel untuk mengetahui data provinsi tempat tinggal Anda.

Sebaran pasien yang terjangkit virus corona tanggal 25 Juli 2020

Kasus Sembuh Meninggal
NaN
(+1.863)
NaN
(+1.407)
NaN
(+49)
Lingkaran menunjukkan angka kasus virus korona yang terkonfirmasi.
Provinsi
Kasus
Sembuh
Meninggal
Aceh
NaN
(0)
NaN
(0)
NaN
(0)
Jawa Timur
20.256
(+310)
11.955
(+409)
1.572
(+18)
Jakarta
18.741
(+376)
11.725
(+173)
755
(+0)
Jawa Tengah
8.336
(+191)
4.050
(+100)
554
(+10)
Sulawesi Selatan
8.748
(+136)
5.809
(+134)
293
(+3)
Kalimantan Selatan
5.540
(+118)
2.722
(+180)
266
(+3)
Jawa Barat
5.988
(+73)
2.505
(+34)
206
(+0)
Sumatra Utara
3.371
(+51)
903
(+24)
175
(+3)
Sumatra Selatan
3.228
(+17)
1.610
(+29)
149
(+0)
Sulawesi Utara
2.216
(+54)
1.000
(+22)
120
(+1)
Nusa Tenggara Barat
1.883
(+33)
1.173
(+13)
103
(+0)
Banten
1.724
(+5)
1.244
(+7)
85
(+0)
Kalimantan Tengah
1.587
(+67)
1.041
(+50)
85
(+4)
Bali
3.114
(+56)
2.408
(+86)
48
(+0)
Maluku Utara
1.409
(+37)
264
(+5)
44
(+2)
Sumatra Barat
864
(+12)
730
(+13)
33
(+0)
Papua
2.832
(+40)
1.311
(+52)
32
(+2)
Gorontalo
796
(+102)
347
(+14)
30
(+0)
Kalimantan Timur
1.134
(+62)
729
(+25)
25
(+2)
Maluku
1.016
(+6)
632
(+0)
20
(+0)
Yogyakarta
536
(+17)
343
(+7)
16
(+1)
Kepulauan Riau
354
(+3)
315
(+9)
16
(+0)
Bengkulu
200
(+5)
117
(+0)
16
(+0)
Sulawesi Tenggara
752
(+17)
402
(+1)
13
(+0)
Lampung
247
(+1)
187
(+2)
12
(+0)
Riau
367
(+5)
244
(+10)
11
(+0)
Sulawesi Tengah
201
(+0)
185
(+1)
6
(+0)
Papua Barat
388
(+1)
232
(+0)
5
(+0)
Kalimantan Barat
365
(+6)
355
(+0)
4
(+0)
Sulawesi Barat
187
(+12)
119
(+2)
3
(+0)
Kalimantan Utara
266
(+48)
212
(+1)
2
(+0)
Kepulauan Bangka Belitung
186
(+1)
172
(+3)
2
(+0)
Jambi
139
(+1)
112
(+1)
2
(+0)
Nusa Tenggara Timur
137
(+0)
110
(+0)
1
(+0)
Dalam verifikasi
10
(+0)
0
(+0)
0
(+0)
Lihat semua

Sumber: Kementerian Kesehatan.

Terakhir diperbaharui pada 25 Juli 2020 16.00 WIB.

Covid-19 di Jakarta bertambah terus di masa transisi

Jakarta dalam masa perpanjangan transisi PSBB bulan Juli, masih terdata di tiga besar provinsi dengan tambahan kasus harian terbanyak, antara 100-300an kasus baru per hari.

Pada hari Minggu (12/07) bahkan Jakarta mencatatkan rekor tambahan kasus baru dalam 24 jam yang terbanyak sejak awal masa pandemi, yakni 404 kasus baru. Rekor ini kembali pecah pada Selasa (21/07), ada 433 kasus baru dan Kamis (23/07) ada 470 kasus baru. Ini merupakan rekor terbanyak Jakarta untuk tambahan kasus harian.

Covid-19, virus corona

Belakangan, penambahan kasus baru juga kembali melebihi jumlah yang dinyatakan sembuh.

Pada Rabu (08/07) misalnya ada 357 kasus baru dan 147 orang sembuh.

Sedangkan pada Kamis (09/07) ada 284 kasus baru sementara yang sembuh 221 orang.

Pada Jumat (10/07) ada 260 kasus baru positif dan yang sembuh 180 orang.

Pada masa sebelum transisi, penambahan kasus positif di Jakarta sempat bergerak di kisaran 70-100an kasus per hari.

Angka pertambahan kasus baru harian di DKI Jakarta. per 24 Juli 2020.  .

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menetapkan masa transisi PSBB diperpanjang kembali untuk kedua kalinya hingga 31 Juli 2020 karena masih ada ‘ketidakdisiplinan masyarakat dalam mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak’. Jakarta ‘awasi ketat pasar tradisional dan KRL’ dalam masa perpanjangan transisi PSBB ini.

Awalnya Anies menetapkan bulan Juni sebagai masa transisi dengan pelonggaran kegiatan secara bertahap di berbagai sektor. Namun masa transisi ini ‘bisa dihentikan setiap saat’ ketika ada indikator yang buruk.

Salah satu indikator yang biasa dipantau adalah angka reproduksi R yang ditargetkan di bawah 1. Target tersebut bermakna satu orang positif berpotensi tidak akan menularkan pada orang lainnya.

Perkantoran dan rapat jadi sumber penularan

Pada Senin (20/07), juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 saat itu, Achmad Yurianto, menegaskan sumber penularan ditemukan berasal dari perkantoran, terutama aktivitas rapat atau pertemuan di ruang rapat di perkantoran.

“Aktivitas ini kalau toh harus dilakukan, lakukan di ruang dengan sirkulasi udara yang baik di pagi hari. Buka semua jendela, matikan sementara AC. Batasi kapasitas ruang, bila perlu sebagian bisa menggunakan metode daring. Batasi pembicara. Hindari sajian makan dan minum yang dapat membuat peserta rapat membuka masker,” kata Yurianto dalam jumpa pers daring.

Sebagai langkah penanggulangan penularan virus corona yang terus bertambah di Indonesia, pemerintah juga meminta perkantoran memberlakukan jam masuk dua gelombang. Hal itu disampaikan juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, pada hari Minggu (19/07).

Yuri menjelaskan, gelombang pertama masuk kantor dilaksanakan pada pagi hari pukul 07:00-07:30, dan gelombang kedua lebih siang pukul 10:00-10:30.

“Ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa ketersediaan kapasitas sarana transportasi massal bisa memberikan ruang untuk physical distancing, tidak terlalu ketat, bisa dilaksanakan dengan baik,” ujarnya dalam konferensi pers perkembangan penanganan Covid-19.Ia juga mengingatkan bahwa sepanjang perjalanan di transportasi massal masyarakat harus menggunakan masker dan berusaha tidak membuat percakapan sama sekali, serta tidak makan dan minum.

Banyak perusahaan kembali meminta pegawainya bekerja dari kantor setelah beberapa daerah melonggarkan aturan pembatasan sosial.

Achmad Yurianto meminta perusahaan memastikan bahwa hanya pegawai sehat yang bekerja di kantor, serta membatasi waktu rapat hingga 30 menit.

semarang, pernikahan, corona

Keterangan gambar,Dari serangkaian tes terhadap orang-orang yang terlibat dalam akad pernikahan, hasilnya ditemukan 10 orang positif Covid-19. (foto ilustrasi)

Jawa Timur setelah tenggat waktu dua pekan

Covid-19

Keterangan gambar,Pembagian masker di Surabaya, Jawa Timur. Jawa Timur diberi tenggat dua pekan hingga 12 Juli oleh Presiden untuk tangani Covid-19

Tambahan kasus baru positif virus corona di Jawa Timur juga belum turun.

Dari sebelumnya 200-300an kasus baru, pada Minggu (05/07) ada 552 kasus, Kamis (09/07) ada 517 kasus baru, dan Minggu (12/07) ada 518 kasus baru.

Situasi ini terjadi di tengah tenggat waktu dua pekan sejak 29 Juni hingga 12 Juli yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo untuk Jawa Timur menanggulangi Covid-19.

Pada 24 Juli, Jawa Timur masih catatkan tambahan kasus baru sebanyak 357 orang dengan total kasus positif terbanyak di Indonesia yakni 19.450 orang.

Sebagai catatan, Selasa (09/06), Kota Surabaya, Kab. Gresik dan Kab. Sidoarjo resmi menghentikan PSBB dan menyatakan hanya menerapkan protokol Covid-19 secara ketat. Setelah kenaikan kasus yang terus terjadi, kini muncul wacana menggelar PSBB ulang di kota Surabaya.

Angka pertambahan kasus harian baru di Jawa Timur. per 24 Juli 2020.  .

Bahaya kalau merasa normal-normal saja

Di tengah terus bertambahnya kasus, Presiden Joko Widodo pada 29 Juni mengatakan, “Jangan sampai kita masih merasa normal-normal saja, berbahaya sekali.”

Dalam pertemuan dengan Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur, Presiden Joko Widodo memperingatkan akan dua ancaman krisis selama pandemi, yakni krisis kesehatan dan krisis ekonomi.

International Monetary Fund (IMF) memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi semua negara akan anjlok pada 2020, dengan Amerika Serikat diperkirakan tumbuh -8%, Jepang -5,8%, Prancis -12,5%, dan Jerman -7,5%.

Kondisi pandemi, lanjut Jokowi, akan mempengaruhi permintaan luar negeri sehingga pasokan dan produksi sudah pasti akan terganggu.

“Artinya demand, supply dan produksi rusak dan gagal. Ini yang harus kita ketahui bersama dalam proses mengendalikan Covid-19, yang merupakan urusan kesehatan, tapi kita juga ada masalah lain urusan ekonomi,” kata Presiden.

Untuk itu, dia mengingatkan semua pihak agar memiliki “perasaan yang sama” bahwa saat ini Indonesia sedang menghadapi krisis kesehatan, sekaligus krisis ekonomi.

virus corona

Keterangan gambar,Petugas membantu warga yang mengikuti tes diagnostik cepat COVID-19 (Rapid Test) di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (29/05).

“Jangan sampai kita masih merasa normal-normal saja, berbahaya sekali,” tegasnya.

“Jangan sampai masyarakat yang memiiki perasaan yang masih normal-normal saja, sehingga ke mana-mana tidak pakai masker, lupa cuci tangan, masih berkerumun di dalam kerumunan yang tidak perlu, ini yang harus kita ingatkan,” ujar Jokowi.

Sebelumnya Yurianto, dalam jumpa pers daring pada pekan sebelumnya beberapa kali menekankan bahwa “penambahan kasus ini merupakan hasil dari kontak tracing yang masif dan agresif”.

Sementara pada Selasa (16/06), Yurianto mengatakan, “Ini gambaran kita harus ketat kembali dalam mengendalikan sebaran penyakit ini dengan menjalankan protokol secara ketat.”

“Sudah barang tentu, ini akan kita kendalikan dengan kajian epidemiologinya. Kita berharap aktivitas sosial yang sudah dijalankan secara selektif dan bertahap tidak akan meningkatkan kasus baru,” kata Yuri.

PERAWAT

Keterangan gambar,Perawat mengenakan pakaian Alat Pelindung Diri baju hazmat (Hazardous Material) menuju kamar isolasi khusus RSUD dr Iskak, Tulungagung, Jawa Timur.

Transisi ‘new normal’

Seiring jumlah kasus terus bertambah, pemerintah meminta masyarakat ‘beradaptasi dan hidup berdampingan dengan virus corona’ dengan protokol new normal atau kenormalan baru.

Berawal dari rapat kabinet Selasa 18 Mei, skenario tatanan kehidupan baru new normaterus dimatangkan pemerintah. Presiden Jokowi, pada 26 Mei, meninjau persiapan penerapan new normal di stasiun MRT, Jakarta dan mal di Bekasi, Jawa Barat. TNI dan Polri diminta mengawal transisi menuju new normal.

pasar

Keterangan gambar,Warga memadati Pasar Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (21/05).

Ada 340.000 orang personal TNI-Polri yang diturunkan untuk ‘berada di setiap kerumunan’. Mereka ditugaskan memastikan protokol Covid-19 dipatuhi masyarakat.

‘New normal’ salat Jumat

Setelah mengevaluasi pelonggaran penyelenggaraan salat Jumat berjamaah dalam dua pekan berturut-turut, Kementerian Agama pada Kamis (18/06) menyatakan belum akan mengeluarkan kebijakan baru.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, mengatakan ‘hasil evaluasi sementara menunjukkan tren yang membaik’ dalam pelaksanaan salat Jumat.

Pelaksanaannya sesuai protokol kesehatan dan Surat Edaran Menteri Agama No. 15 Tahun 2020, walaupun masih ada beberapa tempat yang tidak sepenuhnya sesuai protokol Covid-19.

Sebelumnya dalam jumpa pers di media center Gugus Tugas pada Kamis (11/06), ia mengatakan “Banyak laporan, pada pekan pertama, terutama yang paling kelihatan saf yang rapat, tapi secara umum bagus, menuruti protokol yang sudah ditetapkan.”

Masjid

Keterangan gambar,Menteri Agama Fachrul Razi telah menerbitkan surat edaran tentang panduan penyelenggaraan kegiatan keagamaan di rumah ibadah.

Pada 30 Mei, Menteri Agama Fachrul Razi menerbitkan surat edaran tentang panduan penyelenggaraan kegiatan keagamaan di rumah ibadah.

Disebutkan surat edaran itu sebagai panduan “selama masa kenormalan baru atau new normal“.Menurut Fahcrul, panduan ini mengatur kegiatan keagamaan di rumah ibadah, berdasarkan “situasi riil Covid-19 di lingkungan rumah ibadah tersebut”, dan “bukan hanya berdasarkan status zona yang berlaku di daerah”.

“Meskipun daerah berstatus Zona Kuning, namun bila di lingkungan rumah ibadah tersebut terdapat kasus penularan Covid-19, maka rumah ibadah dimaksud tidak dibenarkan menyelenggarakan ibadah berjamaah,” katanya.

WHO: Pandemi ini memburuk

corona virus

Keterangan gambar,Warga melintas di dekat mural bergambar tenaga medis dan virus corona di kawasan Bantul, D.I Yogyakarta, Selasa (23/06). Mural yang dibuat oleh warga itu guna mengingatkan warga agar waspada terhadap Covid-19 serta bertujuan untuk memberikan dukungan atas perjuangan tenaga medis yang menjadi garis terdepan dalam penanganan Covid-19.

Setelah menembus angka 3 juta penderita pada 28 April, jumlah kasus secara global terus bertambah hingga kini total lebih dari 15,4 juta orang pasien berdasar data Johns Hopkins University, Jumat (24/07).

India tercatat menjadi negara ketiga di dunia dengan kasus Covid-19 terbanyak.

Berikut ini gambaran perkembangan kasus Covid-19 di dunia termasuk Indonesia. Anda dapat melihat data per wilayah dengan meng-klik tanda panah pada peta.

 dalam peta

Tampilkan ke 
Dunia
Afrika
Amerika Utara
Amerika Latin dan Karibia
Asia
Eropa
Timur Tengah
Oseania

16.018.543Kasus644.643meninggal

Sumber: Johns Hopkins University (Baltimore, Amerika Serikat), Kementerian Kesehatan

Data diperbaharui pada 26 Juli 2020 16.42 WIB

Meski terdapat kemajuan dalam memerangi virus tersebut di Eropa, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (09/06) menyatakan pandemi ini “memburuk” di seluruh dunia.

“Pandemi ini telah berlangsung selama lebih dari enam bulan, ini bukan saatnya bagi negara manapun untuk bersantai,” kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Total angka kematian akibat Covid-19 di seluruh dunia pada saat WHO memberikan pernyataan ini telah lebih dari 400.000 orang.

Bermula di China, virus corona kemudian berjangkit di 200 lebih negara. Dalam waktu sekitar empat bulan, Amerika Serikat, Brasil, Rusia, Spanyol, Italia, Inggris, India menjadi negara-negara dengan kasus tertinggi.