Penangkapan Kapten Kapal Rhosus Russia Yang Membawa Nitrate D’ammonium Ke Lubnan

 

YouTube (https://youtu.be/Ibs9sdzLI1A)
من هو قبطان السفينة السابق الذي حمل شحنة نترات الأمونيوم إلى ميناء بيروت؟
انضموا إلى قناتنا الخاصة على اليوتيوب:

 

 

PM Lubnan Letak Jawatan Kerana Bimbang Dibunuh.

hariri, libanon

Takut dibunuh, PM Lebanon mundur dari jabatan

Saad al-Hariri kembali menjadi perdana menteri pada Desember 2016 lalu.

 

Perdana Menteri Lebanon, Saad al-Hariri, memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya dengan alasan takut dibunuh.

Berbicara di Arab Saudi yang disiarkan stasiun televisi, Al-Hariri merujuk pada pembunuhan ayahnya, mantan PM Rafik al-Hariri pada 2005 lalu.

“Kita hidup di suasana serupa, dalam atmosfer yang terasa sebelum pembunuhan martir Rafik al-Hariri. Saya merasakan ada rencana sembunyi-sembunyi untuk mengincar nyawa saya,” kata Saad al-Hariri di Riyadh.

Pria yang menjabat perdana menteri sejak Desember 2016, setelah memangku posisi serupa pada periode 2009-2011, juga menuduh Iran menuai “ketakutan dan kehancuran” di beberapa negara, termasuk Lebanon.

Al-Hariri turut menyerang gerakan Syiah Hizbullah sokongan Iran yang memiliki kekuasaan di Lebanon. Menurutnya, Lebanon akan “memotong tangan-tangan keji yang menjulur ke negara” seraya menyebut “Iran dan para pendukungnya”.

Selama ini Al-Hariri dan keluarganya dikenal dekat dengan Kerajaan Saudi, pesaing Iran di Timur Tengah.

Menanggapi pengunduran diri Al-Hariri, Iran mengatakan langkah tersebut akan menciptakan ketegangan di kawasan. Soal tudingan Al-Hariri, Iran mengatakan hal itu “tidak terbukti”.

Pengumuman pengunduran diri Al-Hariri di Riyadh mengemuka setelah dia beberapa kali berkunjung ke Arab Saudi selama beberapa hari terakhir. Kemudian, sehari sebelum mengundurkan diri, dia bertemu dengan Ali Akbar Velayati, penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di Beirut, Lebanon.

Setahun silam, tatkala dilantik menjadi perdana menteri Lebanon, Al-Hariri menjanjikan “era baru bagi Lebanon” setelah negara itu mengalami kebuntuan politik selama dua tahun. Dia membentuk koalisi pemerintahan dari hampir semua partai politik besar, termasuk Hizbullah.

https://www.bbc.com/indonesia/dunia-41874311

Lebanon: Warga Beirut menangis, menjerit histeris, dan marah atas ‘kelalaian pemerintah’, Presiden Macron serukan penyelidikan internasional

 

macron at explosion site

Banyak warga di Beirut, Lebanon, menyatakan kemarahan pada pemerintah atas apa yang mereka sebut sebagai “kelalaian yang menyebabkan ledakan besar” pada Selasa lalu (04/08).

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan “perubahan besar” dari kepemimpinan Lebanon menyusul ledakan dahsyat tersebut.

Dalam kunjungannya ke kota yang hancur itu, dia menyerukan penyelidikan internasional.

Banyak warga Lebanon mengatakan korupsi, pengabaian, dan salah urus pemerintah menyebabkan ledakan itu.

Ledakan dahsyat Selasa lalu menewaskan sedikitnya 137 orang dan melukai sekitar 5.000 lainnya, sementara puluhan lainnya masih hilang. Keadaan darurat dua minggu telah diberlakukan.

Presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan itu disebabkan oleh 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan secara tidak aman di gudang.

funeral of army officer who died in blast

Kantor berita negara mengatakan 16 orang telah ditahan sebagai bagian dari penyelidikan.

Hakim Fadi Akiki, perwakilan pemerintah di pengadilan militer, mengatakan lebih dari 18 petugas pelabuhan dan bea cukai serta pekerja pemeliharaan di gudang telah diperiksa.

Sejumlah orang masih hilang tetapi laporan media mengatakan satu orang berhasil diselamatkan di laut sekitar 30 jam setelah ledakan terjadi.

Ayah dua anak, Amin Zahid berada di dekat pelabuhan dan diyakini telah terlempar ke laut karena kekuatan ledakan. Dia dilaporkan ditemukan oleh angkatan laut pada Kamis (06/08) pagi.

Lebanon

Keterangan gambar,Foto di sekitar pelabuhan Beirut sebelum ledakan yang diabadikan pada Juni 2020, dan setelah ledakan (kanan)

Apa yang dikatakan Macron?

Pada Kamis (06/08), Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menjadi kepada negara asing pertama yang berkunjung ke Lebanon, yang merupakan bekas koloni Prancis, sejak ledakan dahsyat hari Selasa.

Macron menggambarkan ledakan itu sebagai “metafora untuk krisis Lebanon saat ini” dan mengatakan “tatanan politik baru” diperlukan. Bantuan dana tersedia untuk negara tetapi para pemimpinnya harus menerapkan reformasi terlebih dahulu, katanya.

Dia juga menyerukan penyelidikan internasional terhadap ledakan itu “untuk mencegah hal-hal yang tersembunyi dan keraguan merayap masuk”.

Audit bank sentral Lebanon juga diperlukan – “Jika tidak ada audit bank sentral, dalam beberapa bulan tidak akan ada lagi impor dan kemudian akan ada kekurangan bahan bakar dan makanan,” kata Macron.

Presiden Macron disambut warga Beirut

Keterangan gambar,Presiden Macron mengatakan ia “tidak akan membiarkan bantuan diterima oleh tangan-tangan yang korup”.

Sebelumnya, Macron disambut warga saat menyusuri jalan-jalan di Beirut. Kepada kerumunan warga, Macron mengatakan ia “tidak akan membiarkan bantuan diterima oleh tangan-tangan yang korup”.

“Kami mendengar kemarahan di jalan-jalan pagi ini. Saat ini terjadi krisis politik, moral, ekonomi dan finansial, yang telah berlangsung selama berbulan-bulan. Bahan bertahun-tahun.

“Desakan ini memerlukan aksi politik yang tegas. Kami telah memulai pembicaraan, saya sudah membahasnya dengan Presiden Michel Aoun, dan saya akan berbicara secara jujur, terbuka kepada perdana menteri dan ketua parlemen,” kata Macron.

Ia juga menyerukan agar dicapai “pakta politik baru” di kalangan para pemimpin Lebanon.

macron in beirut

Keterangan gambar,Macron disambut warga saat menyusuri jalan-jalan di Beirut.

Presiden Lebanon, Michel Aoun mengatakan peristiwa yang menewaskan sedikitnya 135 orang dan melukai lebih dari 5.000 lainnya itu akibat dari meledaknya 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan secara tidak aman di sebuah gudang selama enam tahun.

Banyak dari masyarakat Lebanon menuduh kejadian itu akibat dari pihak berwenang melakukan korupsi, penelantaran dan salah urus. Pemerintah pun telah memberlakukan keadaan darurat selama dua minggu ke depan.

“Beirut menangis, Beirut menjerit, orang-orang histeris dan orang-orang lelah,” kata pembuat film Jude Chehab kepada BBC, dan memintah pihak yang bertanggung jawab untuk diadili.

Lebanon aftermath

Chadia Elmeouchi Noun, seorang warga Beirut yang saat ini dirawat di rumah sakit, mengatakan, “Saya tahu bahwa selama ini kita dipimpin oleh orang-orang yang tidak kompeten, pemerintah yang tidak kompeten […] Tetapi biar saya kasih tahu Anda – apa yang telah mereka lakukan sekarang benar-benar tindakan kriminal.”

Sementara, pemerintah Lebanon menetapkan keadaan darurat di Beirut selama dua minggu di tengah meningkatnya korban dalam bencana yang disebut Presiden Michel Aoun sebagai “malapetaka yang sulit digambarkan dengan kata-kata”.

Pertemuan darurat kabinet memutuskan langkah itu Rabu (05/08) dan tahanan rumah akan diawasi oleh tentara Lebanon.

Dewan Pertahanan Tertinggi Lebanon dengan keras menyatakan bahwa mereka bertanggung jawab atas ledakan itu akan menghadapi “hukuman maksimum”.

Lebanon

Keterangan gambar,Foto di sekitar pelabuhan Beirut sebelum ledakan yang diabadikan pada Juni 2020, dan setelah ledakan (kanan)

Kepala bea cukai Badri Daher mengatakan kepada LBCI TV bahwa pihaknya telah meminta agar amonium nitrat dipindahkan dari pelabuhan, namun hal itu “tidak pernah terlaksana dan kami tinggalkan masalah ini kepada para pakar untuk menyelidiki penyebabnya”.

Para ahli di Universitas Sheffield di Inggris memperkirakan bahwa ledakan tersebut memiliki sekitar sepersepuluh dari kekuatan ledakan bom atom yang dijatuhkan di kota Hiroshima Jepang selama Perang Dunia Kedua dan “tidak diragukan lagi merupakan salah satu ledakan non-nuklir terbesar dalam sejarah”.

Beirut

Keterangan gambar,Wilayah dekat Pelabuhan Beirut mengalami imbas ledakan secara langsung.

Menteri kesehatan Lebanon mengatakan jumlah korban meninggal meningkat menjadi 135 dengan korban luka sekitar 5.000 orang.

Ia menambahkan seperti dikutip Al Manar TV, sejumlah orang masih hilang.

Menteri Perekonomian Raoul Nehme menggambarkan situasinya seperti “kiamat”.

“Sebelum kejadian ini, kami dalam situasi yang sangat buruk. Anda tahu, kami meminta bantuan Dana Moneter Internasional, dan jika sekarang Anda melihat foto-foto yang beredar, pelabuhan telah hancur.

“Dan tak satu pun rumah, saya katakan lagi, tak satu pun rumah, tak satu pun toko, tak satu pun apartemen, yang tidak rusak. Ini seperti kiamat dan di sekitar pelabuhan, tak ada yang tersisa,” kata Nehme.

Ia mengatakan di lokasi ledakan, semuanya hancur dan terlempar ke laut.

“Kami punya sebidang tanah dan sekarang tanah itu lenyap. Kerugiannya mungkin miliaran dolar, tapi kami belum menghitungnya secara pasti.”

Berikut sebelum dan sesudah

Petugas penyelamat mengais puing-puing di seputar daerah pelabuhan dan mencari puluhan orang yang masih hilang akibat ledakan Selasa (04/08).

Kabinet telah meminta pasukan keamanan untuk menjamin tidak ada yang masuk ke lokasi ledakan.

Para petugas juga merencanakan untuk membangun kamar-kamar jenazah di Beirut karena rumah sakit yang kewalahan menyusul ledakan itu.

Ledakan hebat di Beirut

Upaya-upaya penyelamatan dan bantuan

Pasukan keamanan telah menyegel daerah di sekitar lokasi ledakan, dan tim penyelamat terus melakukan pencarian korban meninggal dan yang masih selamat di bawah puing-puing, sementara itu kapal melakukan pencarian di air lepas pantai. Puluhan orang dikabarkan masih hilang.

Menteri Kesehatan Masyarakat Hamad Hassan mengatakan fasilitas kesehatan Lebanon kekurangan tempat tidur dan tidak memiliki peralatan yang cukup untuk merawat korban terluka dan kritis.

Sebanyak 300.000 orang kehilangan tempat tinggal akibat ledakan itu, kata Gubernur Beirut Marwan Aboud.

A man sits in his house the day after the explosion

Keterangan gambar,Sebanyak 300.000 orang kehilangan tempat tinggal akibat ledakan.

Marwan Aboud mengatakan kepada BBC: “Beirut membutuhkan makanan, Beirut membutuhkan pakaian, rumah, bahan untuk membangun kembali rumah. Beirut membutuhkan tempat bagi para pengungsi, untuk rakyatnya.”

Sejumlah negara telah menawarkan bantuan kemanusiaan. Tiga pesawat Prancis akan tiba membawa 55 tim penyelamat, peralatan medis, dan klinik keliling untuk merawat 500 orang, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron akan berkunjung pada hari ini, Kamis (06/08).

Uni Eropa, Rusia, Tunisia, Turki, Iran dan Qatar mengirim pasokan bantuan. Inggris juga siap mengirim ahli medis dan bantuan kemanusiaan, kata Menteri Luar Negeri Dominic Raab.

Apa yang memicu ledakan tersebut?

Amonium nitrat seberat hampir 3.000 ton itu dilaporkan telah berada di gudang di pelabuhan Beirut selama enam tahun setelah diturunkan dari kapal yang disita pada 2013.

Kepala pelabuhan Beirut dan kepala otoritas bea cukai mengatakan kepada media setempat bahwa mereka telah menulis surat kepada pengadilan beberapa kali meminta agar bahan kimia itu diekspor atau dijual untuk memastikan keamanan pelabuhan.

blast aftermath, 5 Aug

Keterangan gambar,The explosion devastated Beirut’s port area

Manajer Umum Pelabuhan Hassan Koraytem mengatakan kepada OTV bahwa mereka telah mengetahui bahwa bahan itu berbahaya ketika pengadilan pertama kali memerintahkannya disimpan di gudang, “tetapi tidak sampai tingkat ini”.

Dewan Pertahanan Tertinggi Lebanon telah berjanji bahwa mereka yang dianggap bertanggung jawab akan menghadapi “hukuman maksimum”.

Menteri Ekonomi Raoul Nehme mengatakan kepada BBC: “Saya pikir itu adalah ketidakmampuan dan manajemen yang sangat buruk dan ada banyak tanggung jawab dari manajemen dan mungkin pemerintah sebelumnya.”

A street left entirely destroyed by the blast

Keterangan gambar,Seluruh kota luluh lantak akibat ledakan

“Kami tidak bermaksud setelah ledakan seperti itu untuk tetap diam pada siapa yang bertanggung jawab,” ujarnya kemudian

Tahanan rumah akan berlaku untuk semua pejabat pelabuhan “yang telah menangani urusan penyimpanan amonium nitrat, menjaganya dan menangani dokumennya” sejak Juni 2014, kata Menteri Informasi Manal Abdel Samad.

Ledakan hebat di Beirut

‘Malapetaka dan kiamat yang sulit digambarkan’

Seluruh kota terguncang akibat ledakan dan kepulan asap menyerupai jamur dapat terlihat menyebar di kawasan pelabuhan.

“Tak ada kata-kata yang dapat menggambarkan malapetaka yang menghantam Beirut tadi malam dan menjadikan ibu kota sebagai kota bencana,” kata Presiden Aoun dalam pertemuan menteri seperti dikutip kantor berita Lebanon.

Ledakan hebat di Beirut

“Kami bertekad untuk melakukan investigasi dan mengungkap apa yang terjadi secepat mungkin dan menyeret yang bertanggung jawab serta menjatuhkan hukuman paling berat,” tambahnya.

Presiden juga menyatakan terima kasih kepada para petugas penyelamat serta warga sipil yang langsung ikut membantu.

Media menyebut sebagai Beirutshima

Sementara itu, mantan Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri menyerukan investigasi dan mengutip media lokal yang menyamakan ledakan seperti bom atom di Hiroshima, Jepang pada Perang Dunia II dan menyebutnya sebagai “Beirutshima”.

Saat mengunjungi lokasi ledakan, Hariri mengatakan, “Harus ada investigasi, kami akan meminta bantuan, kami punya banyak negara sahabat yang siap membantu, sehingga kita bisa mengetahui apa yang terjadi, bagaiamana ledakan ini terjadi, yang oleh media digambarkan sebagai Beirutshima. Lihatklah apa yang terjadi sekarang ini.”

Ledakan hebat di Beirut

Presiden Michel Aoun mengatakan ledakan disebabkan oleh 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan tanpa pengamanan di gudang.

Bencana ini terjadi di tengah kondisi perekonomian negara yang telah mengalami krisis dan juga pandemi Covid-19.

Amonium nitrat digunakan sebagai pupuk dalam pertanian dan juga sebagai bahan peledak.

Ledakan hebat di Beirut

Keterangan gambar,Sukarleawan membersihkan puing-puing bangunan.

Aoun mengadakan pertemuan kabinet Rabu dan mengatakan keadaan darurat selama dua minggu akan ditetapkan.

Lebanon menetapkan masa berkabung tiga hari mulai Rabu ini.

Ledakan dasyat menyebabkan sekitar 300.000 orang kehilangan tempat tinggal, kata Gubernur Beirut Marwan Aboud, kepada kantor berita AFP.

Ledakan hebat di Beirut

Keterangan gambar,Seorang ibu menggendong putranya saat melewati gedung-gedung yang hancur Rabu (05/08).

Aboud menambahkan kerugian akibat ledakan diperkirakan antara US$3 miliar dan US$5 miliar atau sekitar Rp43 triliun sampai Rp73 triliun dengan kerusakan setengah dari kota Beirut.

Foto-foto dari kota menunjukkan jalan-jalan yang hancur dan warga membagi foto-foto kondisi rumah mereka yang hancur.

Wawancara saat ledakan terjadi

Wartawan BBC Arab Maryem Toumi melakukan wawancara video di Beirut dengan pejabat energi terbarukan Moroko pada saat ledakan terjadi.

Video di atas menunjukkan Toumi – yang selamat – terjungkal akibat dasyatnya ledakan.

Semua staf BBC di Beirut dilaporkan selamat.

Antisipasi kesulitan pasok makanan, seorang WNI luka-luka

beirut

Keterangan gambar,Kepulan asap tebal terlihat di sekitar lokasi ledakan di kawasan gudang pelabuhan Kota Beirut, Lebanon, Selasa (24/08).

Sebelumnya Duta Besar Indonesia untuk Lebanon, Hajriyanto Thohari, mengatakan pihaknya mengantisipasi kesulitan pasokan makanan dalam beberapa hari mendatang setelah ledakan dahsyat itu.

Ia mengatakan sekitar 70% barang-barang impor Lebanon, termasuk makanan dan kebutuhan pokok lainnya, datang melalui lokasi terjadinya ledakan.

“Yang paling utama adalah dampak ekonomi karena untuk beberapa hari ke depan [pasokan] pasti terganggu,” kata Hajriyanto kepada wartawan BBC Indonesia, Callistasia Wijaya, melalui telepon pada Rabu (05/08).

Untuk itu, ia mengatakan pihaknya mengimbau para WNI, terutama mereka yang tinggal di Beirut, untuk memperhatikan stok makanan.

Ia menambahkan pihak KBRI akan memberikan bantuan bagi mereka yang kesulitan mengakses pasokan makanan.

“Kita selama pandemi Covid-19 memang sudah memberi bantuan secara periodik. Kami akan segera, dengan memperhatikan jadwal dan waktu, memberi bantuan yang disesuaikan dengan perkembangan baru ini,” ujarnya.

Selain fokus pada dampak ekonomi, Hajriyanto mengatakan pemerintah Lebanon tengah mengantisipasi kemungkinan dampak kimiawi dari ledakan amonium nitrat itu.

Gedung-gedung yang rusak di Beirut.

Keterangan gambar,Gedung-gedung yang rusak di Beirut.

Menurut keterangannya, gudang yang meledak itu adalah tempat penyimpanan bahan-bahan amonium nitrat yang digunakan untuk keperluan industri.

“Bahan itu harus dijaga ketat. Tidak tahu bagaimana ada info, terkena api. Sampai hari ini belum ada informasi bahwa itu adalah tindakan terorisme, tapi kecelakaan,” kata Hajriyanto.

Warga melarikan diri.

Saat kejadian ledakan, Hajriyanto menceritakan, ia dan staf di KBRI- yang jaraknya sekitar delapan kilometer dari lokasi kejadian- merasa seperti sedang terjadi gempa bumi dan ledakan yang sangat dekat.

“Gorden-gorden itu jatuh,” ujarnya.

Berbagai laporan menyebutkan ledakan itu terdengar sampai ke Nicosia sejauh 240 kilometer di Siprus. Guncangannya, menurut catatan sejumlah pakar seismologi, setara dengan gempa magnitudo 3,3.

Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah, mengatakan ada satu orang warga negara Indonesia yang luka namun kondisi sudah stabil.

kerusakan akibat ledakan di Beirut

“Ada satu WNI yang mengalami luka-luka (inisial NNE). Staf KBRI sudah berkomunikasi melalui video call dengan yang bersangkutan. Kondisinya stabil, bisa bicara dan berjalan. Yang bersangkutan sudah diobati oleh dokter rumah sakit dan sudah kembali ke apartmennya di Beirut,” kata Faizasyah.

Korban luka dari Indonesia adalah pekerja migran, tambahnya.

Ledakan hebat di Beirut

Keterangan gambar,Kerusakan dasyat di area pelabuhan Beirut.

Hajriyanto Thohari, mengatakan WNI yang mengalami luka tersebut adalah seorang perempuan yang berada di kawasan Jal El Dib, sekitar delapan kilometer dari Pelabuhan Beirut.

“Luka sudah dijahit oleh dokter. Saat ini sudah pulang dan berada di apartemen bersama empat WNI lainnya di Jal El Dib,” sebut Hajriyanto dalam pesan tertulis kepada BBC Indonesia, Rabu (05/08).

Ledakan hebat di Beirut

Keterangan gambar,Presiden Aoun mengunjungi lokasi bencana.

Di Lebanon, terdapat total 1.447 WNI, 213 di antaranya masyarakat dan keluarga besar KBRI dan 1.234 TNI anggota kontingen Garuda.

Menurut Hajriyanto, KRI Sulthan Hasanuddin 366—yang bertugas sebagai Kontingen Garuda Satgas MTF dalam UNIFIL—terkonfirmasi aman karena sedang berlayar di Mersin, Turki.

Ledakan hebat di Beirut

Sementara itu, Hamzah Assuudy Lubis, presiden Perhimpunan Pelajar Indonesia di Lebanon, mengatakan kepada BBC Indonesia bahwa “ledakan awalnya kami rasakan seperti gempa kurang lebih 10 detik”.

Dia dan beberapa teman sesama mahasiswa tinggal di daerah Barbir, Beirut, yang berjarak kurang lebih empat kilometer dari lokasi kejadian.

Ledakan hebat di Beirut

Keterangan gambar,Warga Lebanon banyak yang panik di tengah ledakan dasyat.

Secara terpisah, mahasiswa Indonesia lain bernama Fitrah Alif melalui akun Twitternya menulis, “65 mahasiswa terpantau aman lagi pada rebahan di kasur asrama masing-masing.”

“Saya lagi di asrama di kota Tripoli, sekitar 80 kilometer dari Beirut dan tidak terasa guncangan, namun teman yang tinggalnya 8 km dari titik ledak, dia merasa seperti gempa, terasa getarannya,” kata Fitrah kepada BBC Indonesia.

Hentikan Twitter pesan, 1

Lompati Twitter pesan, 1

WNI di Beirut diminta tidak keluar kota selama status darurat

Beberapa jam setelah ledakan Hamzah mengatakan keadaan kini sudah tampak normal. Namun, penyebab ledakan masih simpang-siur dan hal itu membuat sejumlah mahasiswa khawatir, katanya.

“Kami dapat kabar masih belum jelas kenapa penyebabnya. Kalau ledakan itu disengaja itu kan mungkin bisa menyebabkan perang, dan sebagainya di Lebanon. Itu yang kami takutkan, kalau terjadi sesuatu yang tidak disenangi, kami bisa direpatriasi,” ujarnya kepada BBC Indonesia, Rabu (05/08).

Saat ini para WNI, terutama yang di Beirut, diminta untuk tidak mendekati lokasi ledakan.

Mereka yang di Beirut juga diminta tidak keluar kota selama status darurat.

Saat ini, Hamzah mengatakan para mahasiswa Indonesia di Lebanon tengah menggalang bantuan bagi mereka yang terdampak ledakan di negara itu.

“Kita tidak turun ke lapangan, tapi akan kami sampaikan ke Palang Merah Lebanon,” paparnya.

Tersimpan di gudang 2.750 ton amonium nitrat

warga Beirut

Keterangan gambar,Sejumlah warga Beirut mengangkut barang-barang mereka dari rumah mereka yang rusak.

Para pejabat menuding adanya bahan peledak yang disimpan di gudang selama enam tahun.

Kepala Keamanan Umum, Abbas Ibrahim, mengatakan “bahan berdaya ledak tinggi” hasil sitaan beberapa tahun sebelumnya disimpan dalam gudang tersebut.

Perdana Menteri Hassan Diab mengatakan adanya 2.750 ton amonium nitrat – bahan untuk pupuk dan peledak – disimpan di gudang “tidak dapat diterima.”

“Saya tidak akan diam sampai kita menemukan orang yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi, sehingga kita dapat meminta pertanggung jawaban dan menerapkan hukuman paling berat,” kata perdana menteri dalam akun Twitter resminya.

“Tidak dapat diterima ada 2.750 amonium nitrat disimpan di gudang selama enam tahun, tanpa adanya langkah pengamanan sehingga membahayakan keselamatan warga.”

Apa itu amonium nitrat?

Amonium nitrat punya banyak kegunaan, namun dua manfaat yang paling umum adalah sebagai pupuk pertanian dan peledak.

Zat tersebut sangat mudah meledak ketika bersentuhan dengan api—dan ketika meledak, amonium nitrat bisa melepaskan sejumlah gas beracun, termasuk nitrogen oksida dan gas amonia.

Karena mudah meledak, ada sejumlah aturan ketat dalam menyimpan amonium nitrat secara aman. Ragam aturan tersebut meliputi tempat penyimpanan yang tahan api, tidak boleh ada lubang drainase, pipa-pipa, atau saluran lain yang dapat menumpuk amonium nitrat sehingga menciptakan bahaya ledakan tambahan.

Ledakan hebat di Beirut

Keterangan gambar,Kerusakan dasyat akibat ledakan besar di Beirut.

Rumah sakit kewalahan

Rumah sakit rumah sakit dilaporkan kewalahan dan banyak gedung yang hancur.

Seorang petugas medis mengatakan sebanyak 200 hingga 300 orang telah dilarikan ke unit gawat darurat di sebuah rumah sakit.

“Saya tidak pernah yang seperti ini. Mengerikan,” kata petugas bernama Rouba, kepada kantor berita Reuters.

Wartawan BBC di Beirut, Sunniva Rose mengatakan seluruh kota tampak menghitam.

“Mengendarai menyusuri Beirut menjelang malam, benar-benar berantakan. Jalan-jalan penuh dengan kaca, sulit untuk ambulans lewat, banyak batu-batu, bongkahan semen, rumah-rumah ambruk,” kata Rose.

Hentikan Twitter pesan, 2

Lompati Twitter pesan, 2

“Asap masih mengepul saat malam. Seluruh kota gelap, sulit untuk berjalan, orang-orang berlumur darah. Saya melihat nenek berusia 86 tahun dirawat dokter yang berlari keluar dari rumahnya dengan perlengkapan bantuan pertama,” tambahnya.

“Flat saya juga rusak. Kaca berserak. Kerusakan begitu dasyat. Bahkan satu mal yang berjarak dua kilometer dari tempat ledakan, seluruh bagian depan hancur. Kerusakan bukan hanya di pelabuhan, seluruh Beirut terhantam,” katanya lagi.

Staf kedutaan Jerman di Beirut termasuk korban luka dalam ledakan, kata kementerian luar negeri Jerman.

“Kami terkejut melihat foto dari Beirut. Kolega di kedutaan kami termasuk korban luka,” kata kedutaan dalam pesan di Twitter.

Video dari lokasi kejadian memperlihatkan asap tebal membumbung ke angkasa setelah ledakan pertama.

Kemudian terjadi ledakan kedua yang jauh lebih besar yang tampaknya menghancurkan beberapa bangunan di sekitarnya.

Media setempat mengatakan orang-orang terjebak di bawah reruntuhan.

Diperlihatkan pula mobil-mobil dan bangunan di sekitarnya yang rusak parah.

Ledakan hebat di Beirut

Salah seorang saksi mata kepada BBC mengatakan ledakannya begitu besar hingga mengira ia akan tewas. Ledakannya sangat memekakkan telinga, katanya.

line

‘Seperti gempa’

Hamzah Assuudy LubisPresiden Perhimpunan Pelajar Indonesia di Lebanon, menuturkan kepada BBC Indonesia

Saat ledakan terjadi, saya dan teman teman sedang berada di rumah mahasiswa yang berjarak kurang lebih empat kilometer dari lokasi kejadian, yaitu Pelabuhan Beirut.

Suasana di sini sangat mencekam, ambulans mondar mandir, masyarakat panik mencari perlindungan, dan takut akan adanya ledakan susulan.

Ledakan awalnya kami rasakan seperti gempa kurang lebih 10 detik. Kami tinggal di salah satu apartemen di daerah Barbir, Beirut, yang berjarak kurang lebih empat kilometer dari lokasi kejadian.

Setelah merasakan goncangan, kami turun lewat tangga agar tidak terkena reruntuhan.

Sesampainya di bawah, kami melihat keadaan sudah mencekam. Salah satu orang lokal bilang kepada kami agar naik kembali ke apartemen agar tidak terkena ledakan susulan.

Kondisi apartemen sendiri beberapa kaca pecah dan dinding retak.

Hadi Nasrallah, penduduk Beirut

Saya melihat api, tapi saya belum tahu akan ada ledakan. Kami masuk ke dalam. Tiba-tiba saya kehilangan pendengaran karena sepertinya saya terlalu dekat. Saya kehilangan pendengaran selama beberapa detik, saya tahu ada sesuatu yang salah.

Dan tiba-tiba kaca mobil pecah begitu saja, kaca mobil-mobil di sekeliling kami, toko-toko, gedung-gedung. Kaca-kaca berjatuhan dari semua gedung.

Di seluruh Beirut, semua orang menghubungi satu sama lain dari wilayah yang terpaut beberapa kilometer dan mereka merasakan hal yang sama, kaca pecah, bangunan bergetar, dan ledakan keras.

Sebenarnya kami terkejut karena biasanya ketika ledakan terjadi, hanya satu area yang mengalami kejadian seperti itu. Namun kali ini semua Beirut, bahkan wilayah-wilayah di luar Beirut.

Sunniva Rose, wartawan

“Mengemudi ke Beirut pada awal malam, ketika masih ada cahaya, benar-benar kacau. Jalan-jalan tertutup oleh kaca. Sulit bagi ambulans-ambulans untuk melaju – ada batu bata, onggokan semen. Rumah-rumah ambruk.

“Ketika saya sampai di pelabuhan, tempat itu ditutup oleh tentara. Tentara meminta kami menjauh kalau-kalau ada ledakan kedua.

“Masih ada kepulan asap di langit sampai larut malam. Seluruh kota hitam kelam. Sangat sulit berjalan, orang-orang bersimbah darah. Saya melihat seorang perempuan berusia 86 tahun ditangani dokter yang baru keluar rumah membawa peralatan P3K. Mobil-mobil ringsek akibat batu-batu. Rumah-rumah bergaya kuno dengan potongan batu-batu besar ambruk ke jalan.

“Di flat saya keadaannya kacau sekali, semua kaca pecah. Skala dari kerusakan ini esktrem. Bahkan mal yang berjarak dua kilometer, seluruh bagian depan gedung hancur.”

line
Ledakan hebat di Beirut

Keterangan gambar,Belum diketahui penyebab ledakan.

Hari berkabung nasional, dan kondisi darurat dua minggu

Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab mengumumkan Rabu (05/08) dan dua hari berikut sebagai hari berkabung nasional.

Para pejabat mengatakan korban luka-luka “akan sangat tinggi jumlahnya.”

Pertemuan Dewan Pertahanan Nasional yang dipimpin Presiden Michael Aoun merekomendasikan pemerintah menetapkan “kondisi darurat dua minggu” di ibu kota Beirut dalam pertemuan kabinet Rabu (05/08).

Presiden Aoun juga mengatakan pemerintah akan menggelontorkan dana darurat sebesar 100 miliar lira (Rp972,1 miliar).

Gerakan Hezbollah Lebanon menyerukan kesatuan nasional menyusul ledakan yang disebut “tragedi besar nasional.”

“Tragedi dan kerusakan yang belum pernah kita saksikan sebelumnya…memerlukan solidaritas dan kesatuan dari seluruh rakyat Lebanon, berbagai pelaku politik,” kata Hezbollah dalam satu pernyataan.

Ledakan hebat di Beirut

Kepala rumah sakit Universitas di Beirut, Dr Firass Abiad, mengatakan kepada BBC, sebagian besar korban luka karena pecahan kaca.

“Ruang gawat darurat sedikit kacau. Kami banyak menerima korban luka, sebagian besar korban luka akibat pecahan kaca yang terjadi akibat ledakan,” kata Dr Abiad.

Media lokal menerbitkan seruan donasi darah yang diminta berbagai rumah sakit yang kewalahan merawat korban.

Bagaimana reaksi negara-negara lain?

Sesaat setelah kejadian ini, Perdana Menteri Lebanon menyeru kepada dunia internasional untuk membantu negaranya.

“Saya menyampaikan permohonan yang mendesak kepada negara-negara sahabat dan bersaudara…untuk mendampingi Lebanon dan membantu kami memulihkan luka-luka mendalam kami,” kata Hassan Diab.

PM Inggris, Boris Johnson, mencuit: “Foto-foto dan video-video dari Beirut malam ini sungguh mengejutkan. Semua doa dan pikiran saya tertuju pada mereka yang terdampak dalam insiden nahas ini.

“Inggris siap menyediakan sokongan dalam bentuk apapun yang kami bisa, termasuk kepada warga Inggris yang terimbas.”

Ledakan hebat di Beirut

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan simpati mendalamnya atas kejadian yang dia sebut “serangan mengerikan”.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, kemudian menawarkan bantuan dalam cuitannya: “Kami memantau dan siap membantu rakyat Libanon selagi mereka bangkit dari tragedi mengerikan ini.”

Pemerintah Prancis menyatakan telah mengirimkan bantuan dan berbagai sumber daya ke Lebanon.

Sementara, menurut cuitan Menlu Iran Mohammad Javad Zarif, Iran akan “memberikan bantuan dalam bentuk apapun yang diperlukan.”

Kemudian Arab Saudi mengutatakan solidaritasnya dengan Lebanon.

Israel menyatakan telah “menghampiri Lebanon melalui saluran diplomasi dan keamanan internasional dan menawarkan bantuan kemanusiaan dan medis ke pemerintah Lebanon”.

Ledakan hebat di Beirut

Ledakan hebat di Beirut

Ledakan hebat di Beirut

Bagaimana situasi di Lebanon?

Ledakan terjadi ketika Lebanon tengah dililit krisis ekonomi, situasi yang memicu ketegangan politik.

Warga turun ke jalan memprotes cara pemerintah menangani krisis ekonomi terburuk sejak perang saudara 1975-1990.

Terjadi pula ketegangan di perbatasan dengan Israel, yang mengatakan pekan lalu mereka menggagalkan upaya kelompok Hizbullah memasuki wilayah mereka.

Namun, seorang pejabat senior Israel mengatakan kepada BBC bahwa “Israel tidak terlibat” dalam ledakan di Beirut.

Ledakan hebat di Beirut

Keterangan gambar,Ledakan menyebabkan kerusakan parah.

Analis Timur Tengah BBC, Sebastian Usher, mengatakan ledakan ini mengingatkan orang akan bom yang menewaskan anggota parlemen dan mantan perdana menteri Rafik Hariri pada 2005.

Pada Jumat (07/08) mendatang, pengadilan akan menjatuhkan putusan atas peristiwa pembunuhan Hariri tersebut. Hariri adalah politisi Sunni kenamaan yang menyerukan agar Suriah mundur dari Lebanon.

Sejak awal perang saudara pada 1976, Suriah menempatkan tentara di negara ini.

Pembunuhan membuat puluhan ribu warga turun ke jalan-jalan memprotes pemerintah Lebanon yang pro-Suriah.

 

https://www.bbc.com/indonesia/dunia-53657975

Kenyataan Skandal dari Israel Mengenai Letupan Sebuah Bom Nuklear Kecil Yang Dahsyat Di Beirut, Lubnan.

Kenyataan Skandal dari Israel Mengenai Letupan Dahsyat di Beirut

Pada hari sebelumnya di Pelabuhan Beirut, kebakaran berlaku di gudang nombor 12 di mana bahan letupan disimpan, kemudian berlaku letupan yang sangat kuat yang menggegarkan seluruh ibu kota.

Kenyataan skandal dari Israel mengenai letupan di Beirut…

Moshe Feiglin, Ketua Parti Zehut, sayap kanan negara itu dan bekas Timbalan Ketua Parlimen, menyatakan kepuasannya dengan letupan yang berlaku di Pelabuhan Beirut, yang telah menyebabkan kematian banyak orang.

“Untuk menghormati Hari Valentine (4-5 Ogos dalam kalendar Ibrani), kami menyaksikan pertunjukan bunga api yang luar biasa di Pelabuhan Beirut. Tahukah anda bahawa neraka ini akan menimpa kami dalam bentuk roket?” Katanya menerusi akaun Twitter.

Feiglin menyatakan bahawa dia mempunyai sedikit maklumat mengenai bahan letupan,

“Letupan terbesar yang saya saksikan adalah letupan 2.5 tan bahan letupan TNT. Apa yang kami lihat di Pelabuhan Beirut jauh lebih besar daripada itu, ia mempunyai kesan pemusnah seperti sebuah bom nuklear kecil.” Katanya.

Feiglin, yang menggunakan ungkapan skandal bahawa letupan itu adalah “Hari Kesyukuran” yang sebenar, mengatakan bahawa dia juga mengucapkan terima kasih kepada pahlawan sebenar yang menganjurkan perayaan yang indah ini untuk menghormati Hari Valentine.

Pada hari sebelumnya di Pelabuhan Beirut, kebakaran berlaku di gudang nombor 12 di mana bahan letupan disimpan, kemudian berlaku letupan yang sangat kuat yang menggegarkan seluruh ibu kota.

Ramai orang terbunuh dan cedera selepas letupan itu.


Tags: #lubnan , #beirut , #letupan , #israel