Sejarah yang Terlupakan: Ketika Warga Eropa Menyelamatkan Diri ke Timur Tengah

 

199K subscribers

SUBSCRIBED

Public Radio Internasional [PRI] saat itu mewartakan, “Sejumlah pengungsi, seperti pengungsi Yunani yang tiba di kamp Aleppo [Suriah] dari kepulauan Dodecanese pada 1944, bisa menjadikan pemeriksaan medis menjadi rutinan harian mereka. Setelah petugas medis menganggap mereka sehat untuk bergabung di kamp, para pengungsi ini kemudian dipisahkan dan ditempatkan di kamp-kamp yang dibuat khusus untuk keluarga, anak-anak tanpa pendamping, pria lajang ataupun wanita lajang. Ketika ditentukan di bagian kamp mana mereka tinggal, para pengungsi ini bisa menikmati beberapa kesempatan untuk mengadu nasib di luar kamp. Mereka bisa keluar namun di bawah pengawasan petugas kamp. Ketika pengungsi di kamp Aleppo, melakukan perjalanan jauh ke kota-kota [di Suriah], mereka bisa mengunjungi toko-toko untuk membeli kebutuhan sehari-hari, menonton di bioskop lokal, atau sekedar mengusir kebosanan karena tinggal di kamp yang monoton. Walau kamp di Moses Wells [Sinai, Mesir] bertempat di padang pasir, jauh jaraknya jika berjalan kaki menuju kota, namun para pengungsi ini diizinkan untuk menghabiskan waktu setiap hari berendam di sekitaran Laut Merah. Di Nuseirat [Gaza, Palestina], seorang pengungsi yang merupakan seniman, menyelesaikan banyak lukisannya di dinding-dinding taman kanak-kanak yang ada di dalam kamp, menjadikan ruang kelas cerah dan menyenangkan. Orang-orang kaya di sekitaran kamp menyumbangkan mainan dan boneka ke taman kanak-kanak.” Sumber: UN Archives, US National Archives, TRT World, Al Jazeera, Daily Sabah, Middle East Eye, Washington Post, BBC

SHOW LESS

GNA siap boikot konferensi Liga Arab soal Libya

1 ERDOGAN DAN PM LIBYA

ERDOGAN ADALAH HERO UMAT ISLAM YANG SANGGUP MEMBANTU UMAT ISLAM DI LIBYA, SYRIA, IRAQ DAN SOMALIA.

1 KHADAM AMERIKA

WAJAH-WAJAH PEMBUNUH UMAT ISLAM DI LIBYA, SYRIA DAN YAMAN.

1 HAFTAR BUNUH 190.

TRIPOLI (Arrahmah.com) – Pemerintah Kesepakatan Nasional Libya (GNA) telah mengatakan akan memboikot pembicaraan tentang konflik di negara Afrika Utara yang akan diadakan oleh para menteri luar negeri Liga Arab pekan depan.

Menteri luar negeri Mohamad Taher Siala mengatakan kepada dewan eksekutif blok pada hari Jumat (19/6/2020) bahwa pertemuan yang direncanakan akan “hanya memperdalam keretakan” antara pemerintah Arab tentang konflik, kata kementeriannya.

Pembicaraan itu, yang akan diadakan melalui konferensi video karena kekhawatiran tentang coronavirus, diinisiasi Mesir, pendukung utama saingan GNA yang berbasis di timur, Tentara Nasional Libya (LNA).

Siala mengeluh tidak ada konsultasi sebelumnya dengan pemerintahnya, meskipun pertemuan tersebut menyangkut Libya, dan mengatakan format virtual dari pertemuan itu tidak tepat untuk mengatasi masalah pelik yang terjadi.

GNA telah berada dalam kekuasaan sejak pasukannya yang didukung Turki mengalahkan serangkaian serangan kubu pimpinan Jenderal Khalifa Haftar selama setahun terhadap ibu kota awal bulan ini dan mengusir mereka dari Libya barat.

Mesir merespon dengan inisiatif perdamaian yang disambut oleh sesama pendukung LNA, Uni Emirat Arab, Yordania, dan Arab Saudi tetapi ditolak oleh GNA dan Turki.

Washington telah menyerukan pembicaraan gencatan senjata yang dipimpin PBB.

Libya yang kaya minyak telah dihancurkan oleh kekerasan, perang suku, ekstrimisme, dan tentara bayaran sejak 2011 yang menjatuhkan dan membunuh diktator lama Muammar Gaddafi dalam pemberontakan yang didukung Barat.

Peningkatan terbaru telah ditandai oleh peningkatan keterlibatan asing.

Minggu-minggu terakhir telah menjadi saksi ketegangan meningkat antara Turki dan Prancis.

PBB telah mendesak kekuatan luar untuk menghormati kesepakatan yang dicapai pada konferensi Januari di Berlin, menyerukan diakhirinya campur tangan asing, dan menegakkan embargo senjata yang banyak dilanggar. (Althaf/arrahmah.com)

https://www.arrahmah.com/2020/06/21/gna-siap-boikot-konferensi-liga-arab-soal-libya/

Pengganas Sisi Menyiapkan Tentera Untuk Menyerang Pemerintah Kesepakatan Nasional Libya (GNA) Yang Sah.

1 KHADAM AMERIKA1 HAFTAR BUNUH 190.

Pengganas Sisi siapkan militer Mesir lakukan misi di luar negeri di tengah ketegangan atas Libya

KAIRO (Arrahmah.com) – Presiden Pengganas Mesir Abdel Fattah al-Sisi pada hari Sabtu (20/6/2020) memerintahkan pasukannya untuk siap melakukan misi di dalam atau di luar negara untuk melindungi keamanan nasionalnya di tengah ketegangan atas intervensi Turki di negara tetangganya, Libya.

Turki mendukung Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui secara internasional di Tripoli, yang, dengan dukungan Turki, telah membalikkan serangan 14 bulan di ibu kota oleh Tentara Nasional Libya (LNA) yang dipimpin Khalifa Haftar.

LNA didukung oleh Rusia, Uni Emirat Arab, dan Mesir.

Pengganas Sisi pada hari Sabtu (20/6) melakukan tur pangkalan udara di dekat perbatasan barat Mesir sepanjang 1.200 kilometer dengan Libya, di mana TV pemerintah menunjukkan sang presiden pengganas sokongan imarat dan arab saudi tengah menyaksikan jet tempur dan helikopter lepas landas.

“Bersiaplah untuk melaksanakan misi apa pun, di sini di dalam perbatasan kami – atau jika perlu, di luar perbatasan kami,” katanya kepada beberapa pilot angkatan udara dan personel pasukan khusus di pangkalan itu.

Dia mengatakan tentara Mesir adalah “salah satu yang terkuat di wilayah ini”.

“Pasukan Mesir adalah pasukan yang rasional; pasukan yang melindungi dan tidak mengancam … ini adalah strategi kami, keyakinan kami, dan prinsip kami bahwa kami tidak akan pernah berubah.”

Awal bulan ini, Mesir menyerukan gencatan senjata di Libya sebagai bagian dari inisiatif yang juga mengusulkan dewan kepemimpinan terpilih untuk negara itu.

Amerika Serikat, Rusia, dan UEA menyambut baik rencana tersebut. Jerman mengatakan pembicaraan yang didukung PBB adalah kunci bagi proses perdamaian.

Namun, Turki menolak proposal itu sebagai upaya untuk menyelamatkan Haftar menyusul kerugian yang dideritanya di medan perang. (Althaf/arrahmah.com)

https://www.arrahmah.com/2020/06/21/sisi-militer-pertahankan-keamanan-mesir-di-dan-luar-perbatasannya/

Pasukan Turki Dan oposisi serang tentara Asad di Hasakah

1 TURKI SYRIA1 KHADAM AMERIKA

HASAKAH (Arrahmah.com) – Untuk kedua kalinya dalam dua hari, para pejuang oposisi yang didukung Turki melancarkan serangan besar-besaran terhadap pasukan rezim Asad di wilayah Abu Rasin, Hasakah.

Menurut laporan dari garis depan, pasukan rezim Asad di wilayah Abu Rasin diserang oleh sekelompok pejuang yang didukung Turki, yang mengakibatkan jatuhnya korban, lansir AMN (22/6/2020).

Tentara rezim merespon dengan tembakan dan artileri berat, yang menyebabkan beberapa bentrokan sengit di sepanjang garis depan Abu Rasin di pedesaan barat laut dari provinsi Al-Hasakah.

Bentrokan terakhir di barat laut Al-Hasakah ini terjadi pada saat pasukan rezim, Pasukan Demokrat Suriah (SDF), dan gerilyawan yang didukung Turki di sebelah timur Eufrat seharusnya mematuhi gencatan senjata yang ketat.

https://www.arrahmah.com/2020/06/23/pasukan-oposisi-serang-tentara-asad-di-hasakah/

Seorang ayah di Suriah meninggal setelah melihat foto anaknya disiksa dan dibunuh oleh rezim Asad

1 AYAH SYRIA1 KHADAM AMERIKA

IDLIB (Arrahmah.com) – Seorang ayah di Suriah meninggal karena serangan jantung setelah melihat foto-foto putra tercintanya yang disiksa dan dibunuh oleh rezim laknat Bashar Asad.

Nadir Abbud, yang berasal dari provinsi Idlib belum pernah mendengar kabar dari putra tercintanya, Yusuf, sejak rezim menangkap sang putra tujuh tahun lalu.

Sang ayah kemudian mengetahui kematian anaknya yang hilang setelah melihat foto-foto yang dibagikan di internet.

Ratusan ribu warga Suriah berusaha mencari kerabat mereka setelah pemerintah AS mengesahkan Caesar Art, sebuah undang-undang berisi sanksi bagi rezim Suriah atas kejahatan perang yang dilakukannya.

Pihak keluarga yang selama ini hampir putus asa mencari kabar dari kerabat yang mereka cintai kemudian mengklik sebuah tautan web, yang berisi foto-foto mereka yang tewas di dalam penjara rezim.

Imaduddin Rasit, anggota pendiri asosiasi yang berbasis di Perancis yang memantau korban tewas dan tawanan perang Suriah, mengatakan bahwa ada lebih dari 6.000 foto orang yang disiksa hingga tewas oleh rezim Asad yang sudah dibagikan di internet.

Foto-foto tersebut pertama kali diunggah pada tahun 2015.

Rasit mengatakan bahwa websitenya dikunjungi satu juta orang setelah penerapan UU Caesar dan lebih banyak keluarga yang menghubungi asosiasi tersebut.

Dia mencatat bahwa pada Februari lalu asosiasinya mengunggah 60 foto yang belum dibagikan sebelumnya.

Undang-undang yang mulai diberlakukan pada 17 Juni tersebut dinamai Caesar Art berdasarkan nama seorang fotografer forensik militer dengan nama sandi “Caesar” yang berhasil membocorkan foto-foto korban yang disiksa hingga tewas pada tahun 2014.

Foto-foto yang diambil oleh Caesar pertama kali diunggah oleh media Anadolu Agency pada tahun 2014 dan membuat dampak yang luar biasa secara global, dalam arti membuktikan kejahatan perang yang selama ini dilakukan oleh rezim Asad seperti penyiksaan sistematis dan kelaparan yang menewaskan para tahanan.

Pada 18 Desember 2019, Senat AS mengadopsi rancangan undang-undang yang menetapkan sanksi tambahan kepada individu dan organisasi yang membantu rezim Asad termasuk dua sekutunya, Rusia dan Iran.

Pada 21 Desember, presiden AS Donald Trump menandatangangi UU Perlindungan Warga Sipil Ceasar Art, yang termasuk dalam anggaran pertahanan negara tahun 2020.

Pertempuran di Suriah meletus pada 2011 ketika rezim Asad secara brutal menembaki dan menahan para demonstran yang melakukan aksi damai menuntut keadilan.(rafa/arrahmah.com)

Pengalaman Saya Sebagai Seorang Muslim di Taiwan (Shalat)

Satu hal yang selalu ditanyakan kepada saya sepulang dari Taiwan adalah: “Di Taiwan makannya gimana?”, “susah ya cari makanan halal di sana?”, atau “di Taiwan ada mesjid?”. Pertanyaan-pertanyaan tersebut menyiratkan hal-hal pokok bagi seorang muslim, terutama ketika tinggal di negara yang muslim menjadi minoritas.  Makan adalah salah satu aktivitas pokok untuk mendapatkan energi bagi tubuh, dan sebagai seorang muslim memang tidak semua jenis makanan dapat kita makan. Oleh karena itu, masalah halal-tidaknya makanan menjadi satu bagian penting apalagi ketika berada di negara yang mayoritasnya bukan beragama Islam. Selain itu, muslim juga diwajibkan untuk shalat lima waktu dalam sehari, jadi sebagai muslim kita juga harus memikirkan bagaimana mengatur waktu dan aktifitas sehingga dapat tetap mempertahankan ibadah di negara yang tidak memperdengarkan azan dan tidak menyediakan banyak mushala. Hal lain, bagaimana pula cara kita istiqamah dengan prinsip hidup kita sembari tetap bergaul dengan teman-teman yang beragam pemikirannya. Jadi, di sini saya akan bercerita tentang pengalaman saya selama belajar di Taiwan (National Chung Hsing University (NCHU), Taichung) selama 2 tahun dari sisi sebagai pelajar muslim.

Tidak ada masalah dengan shalat,

Adakah Mesjid di Taiwan? Ada, dan bahkan bukan hanya mesjid, di beberapa tempat juga disediakan mushala, untuk lebih jelasnya silahkan buka di website ini: taiwanhalal. Di berbagai kota besar di Taiwan akan minimal ada satu mesjid di setiap kota. Di Taichung sendiri, letak mesjidnya cukup dekat dengan NCHU, sekitar 25 menit yang dapat ditempuh dengan bus 73 dari halte utama universitas. di Taichung Station, para pekerja Indonesia juga menyewa suatu gedung sebagai mushala dan kegiatan lainnya, jadi setiap akhir pekan, kita juga bisa shalat di mushala tersebut jika kebetulan berada di situ. Beberapa tempat pariwisata terkenal juga menyediakan mushala seperti Alishan (Gunung Ali) karena Taiwan juga sedang gencar dalam menyediakan halal tourism. Bukan hanya di tempat wisata, di beberapa stasiun-stasiun bus, kereta api, atau HSR yang utama juga menyediakan mushala, di universitas juga menyediakan mushala terutama jika mahasiswa muslimnya ada banyak. Untuk lebih tahu banyak tentang tempat wisata yang muslim-friendly, bisa kembali buka situs : TaiwanHalal. Lalu bagaimana jika universitas tempat kita menimba ilmu tidak memililiki mushala? Kita bisa mengajukan melalui office of international affairs (OIA) kampus, jika mahasiswa muslimnya banyak, mereka kemungkinan besar akan bersedia menyediakannya (hal ini sukses dilakukan mahaisiswa CTUST).

Mesjid Taichung yang saya foto ketika Idul Adha 2015 lalu
Guguan Hot Spring, di sini juga disediakan toilet muslim-friendly

Bagaimana kita shalat di waktu-waktu perkuliahan? Di Taiwan (NCHU, Taichung), mahasiswa fisika seperti saya diwajibkan untuk tetap berada di laboratorium dari Senin-Jumat (09.00-18.00) sehingga saya juga harus menyeimbangkan kegiatan kuliah dan shalat. Seseorang pernah berkata kepada saya bahwa salah satu hal yang penting kita utarakan ketika bertemu dengan profesor pengampu laboratorium yang kita pilih di Taiwan adalah mengatakan bahwa kita sebagai muslim diwajibkan untuk shalat dan bertanya jika memungkinkan adakah tempat yang dapat kita pergunakan untuk shalat atau mungkin kita mengutarakan jam-jam shalat kita (Hal ini jika di universitas kita belum tersedia mushala). Namun, saya lupa mengatakannya ketika pertama kali bertemu dengan profesor saya. Untungnya asrama saya dekat dengan gedung perkulihan dan laboratorium fisika sehingga cara saya mengatasinya adalah dengan selalu pulang ke asrama selama jam shalat zuhur (bersamaan dengan makan siang), ashar, dan maghrib.

Berbeda dengan teman saya di jurusan biologi, dia mengatakan kepada profesor-nya tentang masalah shalat ini dan profesor tersebut menyediakan tempat khusus baginya untuk shalat, bahkan profesor tersebut menawari apakah perlu ambal khusus atau sejenisnya. Baik sekali bukan? Salah satu alasannya karena ternyata orang yang menjaga orang tua profesor tersebut adalah seorang muslimah Indonesia sehingga beliau mengerti tentang masalah shalat ini, Masya Allah! Jadi, bagi pembaca muslim yang tertarik untuk kuliah di Taiwan dapat mempergunakan saran ini karena kebanyakan orang Taiwan adalah orang yang berpikiran terbuka, jadi tidak masalah untuk mengutarakan sesuatu.

Tempat shalat di lab yang ditunjuki oleh senior saya dari Thailand

Ada satu hal yang membuat saya terharu, yaitu perhatian senior saya yang berasal dari Thailand, namanya Benny. Dia yang melihat saya selalu pulang ke asrama selama jam-jam shalat merasa kasihan karena saya harus berjalan jauh lagi dan mendaki tangga yang banyak di asrama putri sehingga dia pun menawarkan solusi, yaitu shalat di suatu tempat di lab yang jarang dimasuki orang, bahkan tempat tersebut juga sering dipergunakan untuk beristirahat bagi teman-teman satu lab yang lain. Dia pun menunjuki tempat tersebut dan mengatakan kepada saya bahwa saya dapat membersihkan dan meletakkan ambal di situ. Masya Allah! Saya sangat terharu. Dia memang sedikit mengerti tentang Islam karena di Thailand pun sebagian penduduknya muslim dan dia juga memiliki teman seorang muslim.  Saya pun sering shalat di tempat tersebut meski tidak setiap hari. Saya pun bertanya kepada profesor saya pada suatu kesempatan apakah saya boleh shalat di tempat tersebut, dan profesor saya mengatakan hal itu tidak masalah selama teman-teman saya tidak merasa terganggu. Selanjutnya seorang teman Taiwan saya menawarkan kardus sebagai alas untuk tempat shalat saya agar lebih bersih, Masya Allah! Allah Maha Mendengar, meskipun saya hanya berkata-kata di dalam hati.

Senior saya, Benny, yang telah menunjukkan saya tempat shalat di lab

Lalu, bagaimana jika sedang berpergian di luar? Biasanya saya akan mencari tempat yang agak sepi dan menentukan arah kiblat dengan bantuan handphone, lalu melakukan shalat. Hal ini yang sering dilakukan pelajar muslim lainnya, bahkan senior saya yang juga dari Indonesia juga shalat di lorong gedung ketika sedang bekerja part-time di gedung tersebut. Untuk wudhu, saya biasa membawa botol minum yang dapat diisi air keran untuk membasuh kaki di toilet atau di luar gedung. Teman-teman yang sudah tahu akan aktifitas ini pun sudah maklum dan memberikan waktu untuk saya untuk shalat (kadang mereka akan menunggui saya).

Apakah banyak orang Taiwan yang memperhatikan ketika kita shalat? Sepertinya iya (atau hanya perasaan saya saja?). Tetapi berkaitan dengan hal ini, ada satu kejadian yang tidak menyenangkan akibat ulah ISIS dan pemberitaan media yang tidak begitu baik tentang Islam. Kejadian itu terjadi setelah aksi ISIS yang benar-benar efektif menghancurkan citra Islam di mata orang-orang non-muslim yang belum tahu sepenuhnya tentang Islam. Pada saat itu, saya dan teman-teman dari organisasi Formmit Tengah sedang berjalan-jalan di IKEA (supermaket perabotan rumah tangga yang sangat mewah), dan waktu maghrib pun tiba, kami pun sepakat untuk shalat di suatu area kosong di basement gedung. Kami pun shalat berjamaah, tetapi selepas shalat  seorang satpam ternyata telah berada di dekat kami dengan wajah yang penuh selidik hingga kami segera bergegas pergi. Untungnya beliau tidak membubarkan kami ketika sedang shalat. Saat itu kami menyimpulkan bahwa ada pengunjung yang merasa khawatir akan aktifitas kami yang mungkin dikaitkannya dengan apa yang dilakukan ISIS dan melaporkannya kepada satpam. Tetapi, beberapa kali kami shalat berjamaah di daerah wisata, beberapa orang hanya melihat dengan rasa penasaran saja bukan dengan maksud khawatir.

Jadi, menurut pengalaman saya, tidak ada masalah untuk shalat di manapun di Taiwan. Untuk paduan ibadah yang lebih baik ketika berpergian, mungkin sebaiknya kita banyak belajar lagi fiqih tentang hal ini dan berkonsultasi dengan ulama-ulama yang kita kenal sebelum kita berada di medan juang.

(Juga ditulis pada blog: sitiutarirahayu.blogspot.com/Dokumentasi 2014-2016)

https://wordpress.com/read/blogs/9106089/posts/678

 

Selamat Menyambut Ramadhan Karim 1441H/2020M & Selamat Berpuasa.

 

وَأُفَوِّضُ أَمۡرِيٓ إِلَى ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَصِيرُۢ بِٱلۡعِبَادِ

Ghaafir  – 44

“Dan aku sentiasa menyerahkan urusanku bulat-bulat kepada Allah (untuk memeliharaku); sesungguhnya Allah Maha Melihat akan keadaan hamba-hambaNya”.

 

Dengan Rendah Diri Kami Meminta  Para Sahabat Yang Dikasihi Sekalian Untuk Subscribe Channel  Youtube Ihya Assunnah Solution

https://www.youtube.com/channel/UCyC4FMCfTqhfqsSdw4qKe_w/videos

 

Jadilah Insan Yang Sentiasa Menabur Kebaikkan Kepada Semua Pihak

https://www.youtube.com/watch?v=7Rq2zUOJ6NU

 

 

Sebagai Tanda Sokong Usaha Berdakwah Di Jalan Allah SWT Dan Berkongsi Pahala Di Akhirat Sebagai Amal Jariah Setelah Kita Tiada Nanti.

 

 

Mohon Like Page Pintu Ke Syurga :

https://web.facebook.com/Pintu-Ke-Syurga-110968047089773/

 

Jutaan Terima Kasih Di Atas Kesudian Sahabat Melayari Laman-Laman Media Ihya Assunnah.

 

Dunia Islam di tahun 2020

KATA-KATA ERDOGAN.1 IMAM SYAFIE

1 JEMAAH SESAT

Dunia berputar dengan cepat dan pada setiap kitaran, peristiwa dan insiden membentuk berbagai isu berlatarbelakangkan konflik dan pencapaian. Khususnya bagi dunia Islam.

Harapan kesatuan ummah tidak akan tercapai dengan mudah melainkan ia semakin dihimpit dengan geo-politik rantau dan masalah dalaman negara-negara Islam sendiri.

Bagi yang mengharapkan konflik berdarah di Timur Tengah akan selesai, mereka silap kerana tahun 2020 akan menyaksikan konflik baru antara pemerintah dan rakyat. Kebangkitan suara yang diharamkan demokrasi sebelumnya kini semakin lantang menuntut elitis pemerintah lebih bertanggungjawab.

Iraq, yang telah melalui fasa memerangi musuh militan dan percubaan demokrasi baru, kini berhadapan dengan realiti pemerintahan yang dituntut memberikan kehidupan yang selesa kepada rakyat.

Rakyat sudah berjaya menumpaskan musuh bersama negara, kini giliran pemerintah memenuhi tugasannya kepada rakyat. Rakyat muak dengan ahli politik yang mencaturkan puak masing-masing daripada meyampaikan keperluan rakyat. Lebih utama rakyat mahukan negara Iraq ditentukan oleh rakyat dan bukan kuasa luar yang ada kepentingan geo-politik seperti Iran.

Lubnan pula menyaksikan kebangkitan rakyat menuntut tiada dominasi elemen luar dalam menentukan politik negara. Kehadiran Hizbullah yang mewakili kekuatan luar politik dengan campur tangan Iran mencaturkan kehidupan bernegara ditolak oleh rakyat.

Kepelbagaian puak yang dibahagi mengikut ketetapan kini dicabar kepada kerangka baru yang meletakkan golongan profesional teknokrat memimpin negara. Mesir akan terus mengulangi gaya kepimpinan kuku besi versi Hosni Mubarak 2.0.

Kejayaan Abdul Fatah As-Sisi membatalkan kemenangan secara demokrasi Morsi akan dipertahankan atas alasan memastikan kestabilan politik Mesir dan kepentingan ekonominya.

Sesuatu yang menarik di Timur Tengah ialah hampir kesemua regim akan tertumpu untuk memberikan tekanan kepada Jamaah Ikhwanul Muslimin (Ikhwan) sebagai musuh bersama. Alasan memerangi unsur militan yang membawa kepada keganasan akan dikaitkan dengan kelompok Ikhwan.

Salah satu garis pemisah yang membentuk hubungan tegang antara Arab Saudi dan Qatar adalah kerana Qatar dituduh memelihara dan melindungi Ikhwan melalui Kesatuan Ulama Sedunia yang berpusat di Doha.

Ikhwan akan menjadi kambing hitam dengan peranan antagonis yang akan dipropagandakan menggugat kestabilan pemerintah TimurTengah. Blok dunia Islam yang sinonim dengan pelantar OIC sebagai titik kesatuannya tergugat dengan kebangkitan negara Qatar, Iran, Turki dan Malaysia yang menuntut OIC yang lebih efektif di bawah kepimpinan Arab Saudi.

KL Summit adalah hasrat yang mahukan dunia Islam tertumpu kepada membina kekuatan ekonomi dan keselamatan ummah serta keterampilan pemerintahan yang lebih demokratik dan ketelusan memerintah. Seruan ini seolah mencabar sebahagian dunia Arab khususnya negara Teluk yang masih jauh rekod nilai demokratiknya. Indonesia dan Pakistan tertekan untuk ‘tidak menimbulkan masalah’ kepada kesatuan negara Islam dengan tidak menunjukkan sikapnya seperti yang ditegaskan oleh negara-negara utama dalam KL Summit baru-baru ini.

Malaysia berusaha secara proaktif menghimpunkan kepentingan dunian Islam di atas dasar menangani Islamophobia melalui kekuatan media dan ekonomi. Negara Arab Saudi akan meneruskan tradisi menjadi negara utama umat Islam dengan dasar yang lebih agresif menempatkan posisinya di mata dunia.

Sepertimana yang dilakukan kepada Qatar dan Iran, tidak dinafikan negara lain yang dilihat tidak ‘mesra’ Arab Saudi akan mendapat amaran keras melalui berbagai cara. Malaysia perlu meningkatkan lagi secara diplomatik kaedah meyakinkan Arab Saudi bahawa peranan Malaysia adalah menyempurnakan kekurangan dan bukan menandingi Arab Saudi.

Turki mengalami masalah dalaman tersendiri dari sudut politik di atas populariti parti Erdogan yang semakin menurun. Peranan Turki dalam konflik Libya, Syria dan usaha melebarkan teknologi ketenteraannya ke paksi KL Summit akan sentiasa diragui oleh musuhnya. Peningkatan solidariti ummah di peringkat umumnya rakyat semakin meningkat dengan penindasan minoriti muslim di negara bukan Islam. Kesannya melebar kepada negara majoriti Islam dan ia akan memberi kesan kepada hubungan dagang dan diplomatik antara negara.

Negara Republik China akan terus berdepan dengan isu etnik Uyghyur. Sentimen orang Islam di seksa dan diragut kebebasannya beragama menjadi ledakan pada gerakan anti-China. Amerika akan tumpang gelombang ini atas kepentingan hak asasi manusia untuk memburukkam imej China. Di peringkat pemerintah, ia akan memberi tekanan kepada negara Islam yang ada kepentingan perdagangan besar dengan China termasuk Malaysia.

India di bawah Narendra Damodardas Modi akan ditanggap anti-Islam khususnya dasar diskriminasi ke atas orang Islam dan bantaian ke atas Kashmir. Palestin tetap mendapat kedudukan teratas dalam semua konflik kemudian Kashmir dan seterusnya perang di Syria.

Negara Islam akan terus bersuara kepada penindasan ini namun dominasi Amerika Syarikat dan sekutunya di pentas dunia akan menyaksikan Rusia ambil kesempatan membentuk sekutu dengan pemimpin negara Islam.

Arab akan kekal dasar pro Amerika Syarikat manakala negara Islam lain akan melihat peluang menerokai hubungan lebih erat dengan Rusia walaupun perang di Syria telah menjejaskan imej Rusia kerana mempertahankan regim Bashir.

Pemisahan sekte (mazhab) Sunni-Syiah melembabkan dialog antara keduanya kerana perang geo-politik menguasai hubungan Sunni-Syiah dengan Iran dan Saudi memimpin konflik ini. Negara Islam tercabar dari pergolakan dalaman dan tahun 2020 akan menyaksikan gelombang tuntutan rakyat kepada kerajaan yang lebih telus dan bertanggugjawab kepada keselesaan hidup rakyat. Kepimpinan yang mampu menangani kecelaruan ini akan berjaya memimpin manakala di peringkat antarabangsa pilihan diplomasi dan rundingan menjadi jalan pemimpin Islam menangani krisis ummah dan konflik serantau dengan negara bukan Islam.

Tahun 2020 akan mengukir lebih cabaran tetapi ia akan meningkatkan kemunculan kepimpinan Islam yang lebih terbuka, progresif dan dihormati kawan dan lawan. Jalan kebencian kaum, ketaksuban puak dan mazhab tidak akan mendapat tempat walaupun suara-suara ini cuba mendominasi ummah untuk kepentingan undi sentimen. – Malaysia Dateline

12 pelajar sekolah menengah hamil serentak

BERITA kehamilan serentak 12 pelajar di sebuah sekolah menengah disifatkan sebagai satu kes yang serius dan mengejutkan pelbagai pihak.

Insiden yang berlaku di Lampung, Sumatera itu mendapat perhatian Persatuan Perancangan Keluarga Indonesia (PKBI).

Pengarah PKBI, Dwi Hafsah Handayani berkata, pihaknya kecewa apabila sekolah terbabit merahsiakan perkara tersebut daripada pengetahuan mereka.

Remaja yang hamil itu terdiri daripada mereka yang berada di kelas VII, VIII, IX.

“Pihak sekolah memberitahu semua pelajarnya bersih, tetapi bila diperiksa ada 12 remaja yang hamil,” katanya.

Sementara itu, tinjauan PKBI di sekitar Lampung mendapati sekurang-kurangnya 100 kondom terjual dalam tempoh sebulan.

Menurutnya, perkara itu sesuatu yang membimbangkan dan menuntut pihak sekolah lebih agresif dalam usaha mendisiplinkan pelajar.

“Selain ibu-bapa, pihak sekolah juga memainkan peranan penting bagi memastikan golongan remaja menghindari aktiviti tidak bermoral,” katanya.

Kes pelajar hamil bukanlah suatu yang baharu.

Sebelum ini, kes pelajar hamil pernah berlaku di sebuah sekolah menengah di Makassar.

Lebih mengejutkan, pelajar itu bersalin sendirian di dalam tandas semasa sesi persekolahan sedang berlangsung pada 18 Januari lalu.

 

12 pelajar sekolah menengah hamil serentak