Bukti Pengganas Haftar Dan IS Sokongan Imarat, Saudi Dan Mesir Membunuh Dan Menyeksa Umat Islam Libya

منذ تحرير ترهونة.. انتشال 213 جثة بينهم نساء وأطفال

1 HAFTAR BUNUH 190.
1 PEMBUNUH UMAT ISLAM
1 IMARAT PENGGANAS
1 WAGNER
1 PEMBUNUH UPAHAN US DAN RUSSIA

SUBSCRIBED

#المسائية .. قوات الوفاق الليبية تعثر على المزيد من المقابر الجماعية في مدينة ترهونة تابعونا على : الجزيرة مباشر على الإنترنت http://Mubasher.aljazeera.net http://Sharek.aljazeera.net http://Twitter.com/ajmubasher http://www.Facebook.com/ajmubasher http://www.YouTube.com/aljazeeramubasher http://www.instagram.com/ajmubasher

SHOW LESS

Pengganas Upahan Russia Wegnar Dan Pengganas IS Membantu Pengganas Hafter Di Libya

Rusia, secara diam-diam kembali mengirimkan tentara bayarannya untuk mendukung pemberontak Haftar di Libya Timur.

1 IMARAT PENGGANAS1 PEMBUNUH UMAT ISLAM1 WAGNER

Tentara bayaran yang dikirim ke Libya timur untuk memperjuangkan pasukan ilegal Haftar termasuk mantan anggota Daesh/ISIS

BERITATURKI.COM, Ankara | Anadolu Agency pada senin (06/07) kembali melaporkan pergerakan Rusia yang mengirimkan 300 tentara bayaran, termasuk mantan anggota Daesh/ISIS, dari wilayah di bawah kendali rezim Bashar Assad di Suriah timur untuk berperang bersama pasukan perang Khalifa Haftar di Libya timur. Hal ini sebagaimana dilaporkan intelijen Turki yang bekerja di lapangan.

Rusia, yang mendukung rezim Assad Suriah, terus memperkuat milisi Haftar dengan tentara bayaran dari Suriah.

Rusia mengirim milisi “Shabiha” yang berafiliasi dengan rezim Bashar al-Assad dari provinsi Deir ez-Zor Suriah dengan jumlah 300 orang serdadu, sebagian besar warga Suriah, dari kelompok asing yang didukung Iran – brigade Fatimiyyun, Zeynebiyyun dan Yerusalem – ke Libya, dan bayaran masing-masing 1.000-1.500 US Dolar setiap bulan.

Di antara serdadu baru ini, sebagian besar adalah orang-orang Iran dan juga yang berasal dari Afghanistan.

Para tentara bayaran dibawa ke tempat-tempat militer Rusia di provinsi Latakia, Suriah untuk pelatihan yang diperlukan sebelum bergabung dengan barisan Khalifa Haftar.

Di antara tentara bayaran baru yang dikirim oleh Rusia ke Libya, setidaknya ada delapan mantan anggota Daesh/ISIS yang telah kembali ke Deir ez-Zor dengan menandatangani “kompromi” dengan rezim dan kemudian bergabung dengan Brigade Yerusalem.

Menurut sumber terpercaya, mantan anggota Daesh/ISIS berasal dari kota Dablan, Deir ez-Zor dan mereka bertempur bersama kelompok teror selama hampir 2,5 tahun.

Diperkirakan bahwa jumlah tentara bayaran yang dikirim oleh Rusia untuk mendukung putchist Haftar dari berbagai provinsi di Suriah telah mendekati 2.000 orang serdadu sejauh ini.

Serdadu asing di jajaran Haftar termasuk tentara bayaran Rusia, milisi “Cancavid” yang dibawa dari Sudan, serta pemberontak bersenjata dari Chad./AA

Perancis Mengakui Khalifah Haftar Punca Segala Permasalahan Di Libya.

Panglima Perang Haftar semakin Terpojok setelah banyak Negara Eropa tidak mendukungnya. Perancis sebagai satu-satunya penyokong juga semakin menarik diri.

1 IMARAT PENGGANAS1 PEMBUNUH UMAT ISLAM

Perancis telah menjadi satu-satunya penyokong bagi Panglima Perang Haftar di Benua Eropa, dimana negara Eropa lainnya mulai mendukung upaya Turki untuk mendukung Pemerintah Sah GNA, di Barat Libya.

Kantor Berita berbasis di Paris-Perancis Financial Times telah mengakui upaya Turki di Libya telah mengubah peta pertempuran, dan menyelamatkan Libya dari kemungkinan terburuk jatuhnya korban perang sipil yang berlebihan. (foto:AA)

BERITATURKI.COM, Paris| Prancis telah menyadari bahwa panglima perang Khalifa Haftar di Libya adalah sosok yang harus “Bertanggung Jawab secara Hukum,” sebagaimana disampaikan Financial Times pada hari Senin.

Prancis adalah satu-satunya negara Eropa yang mendukung Haftar melawan pemerintah yang diakui secara internasional di Tripoli, dimana Pemerintah sah (GNA) yang didukung Turki ini telah memenangkan banyak pertempuran baik darat maupun udara di sana.

Pada beberapa bulan sebelumnya Haftar tampaknya berada di pihak yang menang sampai Turki masuk dan memperkuat dukungannya kepada pemerintah sah Libya dan telah membalikkan peta kekuatan yang lebih menguntungkan GNA hari ini.

Presiden Prancis Emmanuel Macron sebagaimana dikutip Anadolu Agency hari ini mengatakan negaranya akan mengambil sikap netral dan mendukung proses perdamaian PBB di Libya. Apakah ini pertanda Perancis mulai menarik diri? bisa jadi.

Ini terjadi setelah perjanjian kerja sama politik dan keamanan Turki baru-baru ini dengan pemerintah Libya yang menyebabkan pasukan Haftar didorong kembali tersudut ke pojok selatan negara itu dan mulai ditinggal sekutunya satu-satu, terakhir adalah Rusia yang telah membalikkan moncong senjatanya alih-alih melawan GNA mereka telah mengarahkan senjata mereka ke musuh barunya ISIS di Libya.

Seorang diplomat barat yang berpengalaman mengatakan kepada FT: “Prancis telah menyadari bahwa Haftar telah menjadi beban dan bukan aset lagi.”

“Saya percaya mereka malu karena sekali lagi mereka melakukan kesalahan. Menghadapi kesalahan ini, mereka harus membenarkannya dan mereka menyalahkan Turki, ” kata diplomat itu.

Pertikaian antara Turki dan Prancis atas perang saudara Libya telah “mengekspos celah dalam aliansi militer NATO,” kata FT.

Dalam upaya mempertahankan kepentingan minyaknya dan memerangi teroris di wilayah Sahel, Prancis memihak UEA dalam mendukung Haftar, kata Tarek Megerisi, rekan kebijakan di Dewan Eropa untuk Urusan Hubungan Luar Negeri.

“Perancis memiliki kepentingan yang berbeda dengan Jerman dan Italia di Libya dan telah bergerak untuk melindungi kepentingan ini,” katanya kepada FT. Mari kita lihat bagaimana akhir petualangan Prancis di Libya setelah Turki membantu GNA menaklukkan Sirte.AA

Turki mencegah bencana kemanusiaan

Haftar telah berupaya secara militer merebut ibukota Libya, Tripoli, dalam sebuah langkah berani yang didukung oleh Prancis.

Seorang diplomat senior Eropa mengatakan kepada FT: “Jujur saja, Turki menghentikan kejatuhan Tripoli.”

“Tanpa campur tangan mereka, itu akan menjadi bencana kemanusiaan,” kata diplomat itu.

Tetapi Prancis selalu mengalami kesulitan dalam mempertahankan dan mempromosikan dukungannya terhadap Haftar. Negara-negara NATO dan Eropa lainnya selalu menganggap Haftar sebagai agresor, dan penghalang utama solusi politik.

Dorothée Schmid, seorang ahli Timur Tengah di Ifri, lembaga hubungan luar negeri Prancis, mengatakan kepada FT: “Prancis agak terisolasi dalam urusan ini.”

Libya telah dihancurkan oleh perang saudara sejak penggulingan mendiang penguasa Muammar Gaddafi pada tahun 2011. Pemerintah baru Libya didirikan pada tahun 2015 berdasarkan perjanjian yang dipimpin oleh PBB, tetapi upaya untuk penyelesaian politik jangka panjang gagal karena serangan militer oleh pasukan Haftar , mengakibatkan kekacauan sipil dan lebih dari 1.000 kematian.

Pada bulan Maret, pemerintah Libya meluncurkan Operasi Badai Perdamaian untuk melawan serangan di ibukota, dan baru-baru ini mengambil kembali lokasi-lokasi strategis, termasuk pangkalan udara Al-Watiya dan kota Tarhuna, benteng terakhir Haftar di Libya barat.

Turki telah menekankan perlunya solusi politik di Libya, mengecam upaya Haftar untuk menggulingkan pemerintah sah negara itu.

Perancis Telah Mengakui Bahwa Khalifah Haftar adalah Beban.

Perang Besar Akan Meletus Di Libya

1 RAJA TIPU AAA

1 JEMAAH MUNAFIK 7

Perang Besar Segera Pecah di Libya

Libya, ARRAHMAHNEWS.COM – Mengomentari kunjungan Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar dan kepala stafnya ke ibukota Libya, Tripoli, pakar militer Mesir Mayor Jenderal Samir Ragheb mengatakan bahwa masalah tersebut menunjukkan pertempuran di Sirte semakin dekat.

Ragheb mengatakan dalam pernyataan kepada RT Arabic dan dikutip Al-Masdar pada hari Jumat (03/07), bahwa ada beberapa indikator yang menunjukkan pertempuran Sirte semakin dekat.

Ragheb menunjukkan bahwa sifat reaksi internasional tentang kehadiran Turki di Libya meningkat secara signifikan selama seminggu terakhir, terutama tanggapan Prancis untuk menarik diri dari misi NATO di Mediterania timur, yang mungkin mencerminkan keberadaan informasi intelijen Perancis tentang kemungkinan bentrokan dengan pihak Turki sebagai akibat dari eskalasi militer di sepanjang Mediterania selatan, terutama di Sirte.

Dia melanjutkan: “Liputan media Qatar-Turki tentang pengerahan militer Tentara Nasional Libya di garis depan di sebelah barat Sirte, dan percakapan anonim dan palsu tentang gerakan militer Mesir, mengirim pesan bahwa pengerahan militer milisi Al-Wefaq dilakukan untuk menanggapi mobilisasi pihak lain”.

Ia mengatakan, “Pergerakan pesawat pelacak C-130 dan kapal-kapal Turki ke arah bandara Al-Wefaq dan pangkalan udara  dari bandara Turki, mencerminkan (dimuatnya sejumlah besar) ribuan tentara bayaran, belum lagi jumlah yang telah berpartisipasi dalam operasi di sekitar Tripoli bulan lalu”.

Ragheb menambahkan bahwa kunjungan Menteri Pertahanan Turki mengungkap persiapan telah dilakukan untuk operasi Sirte. Pertempuran mendatang untuk Sirte dianggap sangat penting karena banyaknya pemain asing yang terlibat. (ARN)

Perang Besar Segera Pecah di Libya

Kejayaan Tentera Libya Sokongan Turki Menghalau Tentera Teroris Haftar.

 

 

شاهد | مدفعية بركان الغضب تدك أوكار مليشيات حفتر والمرتزقة الروس في جنوب #طرابلس #قناة_فبراير_الفضائية #ليبيا #طرابلس