GNA siap boikot konferensi Liga Arab soal Libya

1 ERDOGAN DAN PM LIBYA

ERDOGAN ADALAH HERO UMAT ISLAM YANG SANGGUP MEMBANTU UMAT ISLAM DI LIBYA, SYRIA, IRAQ DAN SOMALIA.

1 KHADAM AMERIKA

WAJAH-WAJAH PEMBUNUH UMAT ISLAM DI LIBYA, SYRIA DAN YAMAN.

1 HAFTAR BUNUH 190.

TRIPOLI (Arrahmah.com) – Pemerintah Kesepakatan Nasional Libya (GNA) telah mengatakan akan memboikot pembicaraan tentang konflik di negara Afrika Utara yang akan diadakan oleh para menteri luar negeri Liga Arab pekan depan.

Menteri luar negeri Mohamad Taher Siala mengatakan kepada dewan eksekutif blok pada hari Jumat (19/6/2020) bahwa pertemuan yang direncanakan akan “hanya memperdalam keretakan” antara pemerintah Arab tentang konflik, kata kementeriannya.

Pembicaraan itu, yang akan diadakan melalui konferensi video karena kekhawatiran tentang coronavirus, diinisiasi Mesir, pendukung utama saingan GNA yang berbasis di timur, Tentara Nasional Libya (LNA).

Siala mengeluh tidak ada konsultasi sebelumnya dengan pemerintahnya, meskipun pertemuan tersebut menyangkut Libya, dan mengatakan format virtual dari pertemuan itu tidak tepat untuk mengatasi masalah pelik yang terjadi.

GNA telah berada dalam kekuasaan sejak pasukannya yang didukung Turki mengalahkan serangkaian serangan kubu pimpinan Jenderal Khalifa Haftar selama setahun terhadap ibu kota awal bulan ini dan mengusir mereka dari Libya barat.

Mesir merespon dengan inisiatif perdamaian yang disambut oleh sesama pendukung LNA, Uni Emirat Arab, Yordania, dan Arab Saudi tetapi ditolak oleh GNA dan Turki.

Washington telah menyerukan pembicaraan gencatan senjata yang dipimpin PBB.

Libya yang kaya minyak telah dihancurkan oleh kekerasan, perang suku, ekstrimisme, dan tentara bayaran sejak 2011 yang menjatuhkan dan membunuh diktator lama Muammar Gaddafi dalam pemberontakan yang didukung Barat.

Peningkatan terbaru telah ditandai oleh peningkatan keterlibatan asing.

Minggu-minggu terakhir telah menjadi saksi ketegangan meningkat antara Turki dan Prancis.

PBB telah mendesak kekuatan luar untuk menghormati kesepakatan yang dicapai pada konferensi Januari di Berlin, menyerukan diakhirinya campur tangan asing, dan menegakkan embargo senjata yang banyak dilanggar. (Althaf/arrahmah.com)

https://www.arrahmah.com/2020/06/21/gna-siap-boikot-konferensi-liga-arab-soal-libya/

Pengganas Sisi Menyiapkan Tentera Untuk Menyerang Pemerintah Kesepakatan Nasional Libya (GNA) Yang Sah.

1 KHADAM AMERIKA1 HAFTAR BUNUH 190.

Pengganas Sisi siapkan militer Mesir lakukan misi di luar negeri di tengah ketegangan atas Libya

KAIRO (Arrahmah.com) – Presiden Pengganas Mesir Abdel Fattah al-Sisi pada hari Sabtu (20/6/2020) memerintahkan pasukannya untuk siap melakukan misi di dalam atau di luar negara untuk melindungi keamanan nasionalnya di tengah ketegangan atas intervensi Turki di negara tetangganya, Libya.

Turki mendukung Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui secara internasional di Tripoli, yang, dengan dukungan Turki, telah membalikkan serangan 14 bulan di ibu kota oleh Tentara Nasional Libya (LNA) yang dipimpin Khalifa Haftar.

LNA didukung oleh Rusia, Uni Emirat Arab, dan Mesir.

Pengganas Sisi pada hari Sabtu (20/6) melakukan tur pangkalan udara di dekat perbatasan barat Mesir sepanjang 1.200 kilometer dengan Libya, di mana TV pemerintah menunjukkan sang presiden pengganas sokongan imarat dan arab saudi tengah menyaksikan jet tempur dan helikopter lepas landas.

“Bersiaplah untuk melaksanakan misi apa pun, di sini di dalam perbatasan kami – atau jika perlu, di luar perbatasan kami,” katanya kepada beberapa pilot angkatan udara dan personel pasukan khusus di pangkalan itu.

Dia mengatakan tentara Mesir adalah “salah satu yang terkuat di wilayah ini”.

“Pasukan Mesir adalah pasukan yang rasional; pasukan yang melindungi dan tidak mengancam … ini adalah strategi kami, keyakinan kami, dan prinsip kami bahwa kami tidak akan pernah berubah.”

Awal bulan ini, Mesir menyerukan gencatan senjata di Libya sebagai bagian dari inisiatif yang juga mengusulkan dewan kepemimpinan terpilih untuk negara itu.

Amerika Serikat, Rusia, dan UEA menyambut baik rencana tersebut. Jerman mengatakan pembicaraan yang didukung PBB adalah kunci bagi proses perdamaian.

Namun, Turki menolak proposal itu sebagai upaya untuk menyelamatkan Haftar menyusul kerugian yang dideritanya di medan perang. (Althaf/arrahmah.com)

https://www.arrahmah.com/2020/06/21/sisi-militer-pertahankan-keamanan-mesir-di-dan-luar-perbatasannya/

Bukti Jelas Tentera Haftar ISIS Sokongan Imarat, Mesir Dan Saudi Membunuh 190 Umat Islam Libya Secara Beramai-Ramai.

1 HAFTAR BUNUH 190.1 KHADAM AMERIKA

TRIPOLI (Arrahmah.com) – Tentara Libya mengatakan pada Sabtu (20/6/2020) bahwa 190 mayat telah ditemukan di kuburan massal di selatan Tripoli dan kota Tarhuna sejak 5 Juni, lapor Anadolu Agency.

Dalam sebuah pernyataan, tentara mengatakan 106 mayat, termasuk anak-anak dan perempuan, ditemukan dengan tanda-tanda penyiksaan di dalam kamar mayat rumah sakit di Tarhuna pada 5 Juni.

37 mayat lainnya ditemukan di rumah sakit lain di kota itu, di mana 14 mayat diidentifikasi, kata militer.

Menurut pernyataan itu, 15 mayat tambahan ditemukan di daerah Qasr bin Ghashir, selatan Tripoli. Militer mengatakan mayat-mayat itu milik orang-orang yang diculik oleh milisi panglima perang Khalifa Haftar.

Sisa-sisa 14 orang tak dikenal juga ditemukan di selatan Tripoli pada 6 Juni sementara 15 mayat ditemukan di sebuah sumur dan kuburan massal di dekat Tarhuna pada 8-10 Juni, kata militer.

Pada 11 Juni, tentara mengatakan tiga mayat lagi ditemukan di kuburan massal di kota yang sama.

Awal pekan ini, tentara Libya mengatakan sedang menunggu laporan PBB yang mengungkap “kejahatan dan genosida” yang dilakukan oleh milisi Haftar di Tarhuna.

Tentara Libya baru-baru ini menimbulkan pukulan keras terhadap Haftar dan membebaskan Tripoli dan Tarhuna, di samping lokasi strategis lainnya, termasuk pangkalan udara Al-Watiya, dari milisinya.

Pemerintah yang diakui secara internasional telah diserang oleh pasukan Haftar sejak April 2019, dengan lebih dari 1.000 tewas dalam kekerasan.

(fath/arrahmah.com)

https://www.arrahmah.com/2020/06/21/libya-190-mayat-ditemukan-di-kuburan-massal-oleh-haftar/

Pasukan Turki Dan oposisi serang tentara Asad di Hasakah

1 TURKI SYRIA1 KHADAM AMERIKA

HASAKAH (Arrahmah.com) – Untuk kedua kalinya dalam dua hari, para pejuang oposisi yang didukung Turki melancarkan serangan besar-besaran terhadap pasukan rezim Asad di wilayah Abu Rasin, Hasakah.

Menurut laporan dari garis depan, pasukan rezim Asad di wilayah Abu Rasin diserang oleh sekelompok pejuang yang didukung Turki, yang mengakibatkan jatuhnya korban, lansir AMN (22/6/2020).

Tentara rezim merespon dengan tembakan dan artileri berat, yang menyebabkan beberapa bentrokan sengit di sepanjang garis depan Abu Rasin di pedesaan barat laut dari provinsi Al-Hasakah.

Bentrokan terakhir di barat laut Al-Hasakah ini terjadi pada saat pasukan rezim, Pasukan Demokrat Suriah (SDF), dan gerilyawan yang didukung Turki di sebelah timur Eufrat seharusnya mematuhi gencatan senjata yang ketat.

https://www.arrahmah.com/2020/06/23/pasukan-oposisi-serang-tentara-asad-di-hasakah/

Seorang ayah di Suriah meninggal setelah melihat foto anaknya disiksa dan dibunuh oleh rezim Asad

1 AYAH SYRIA1 KHADAM AMERIKA

IDLIB (Arrahmah.com) – Seorang ayah di Suriah meninggal karena serangan jantung setelah melihat foto-foto putra tercintanya yang disiksa dan dibunuh oleh rezim laknat Bashar Asad.

Nadir Abbud, yang berasal dari provinsi Idlib belum pernah mendengar kabar dari putra tercintanya, Yusuf, sejak rezim menangkap sang putra tujuh tahun lalu.

Sang ayah kemudian mengetahui kematian anaknya yang hilang setelah melihat foto-foto yang dibagikan di internet.

Ratusan ribu warga Suriah berusaha mencari kerabat mereka setelah pemerintah AS mengesahkan Caesar Art, sebuah undang-undang berisi sanksi bagi rezim Suriah atas kejahatan perang yang dilakukannya.

Pihak keluarga yang selama ini hampir putus asa mencari kabar dari kerabat yang mereka cintai kemudian mengklik sebuah tautan web, yang berisi foto-foto mereka yang tewas di dalam penjara rezim.

Imaduddin Rasit, anggota pendiri asosiasi yang berbasis di Perancis yang memantau korban tewas dan tawanan perang Suriah, mengatakan bahwa ada lebih dari 6.000 foto orang yang disiksa hingga tewas oleh rezim Asad yang sudah dibagikan di internet.

Foto-foto tersebut pertama kali diunggah pada tahun 2015.

Rasit mengatakan bahwa websitenya dikunjungi satu juta orang setelah penerapan UU Caesar dan lebih banyak keluarga yang menghubungi asosiasi tersebut.

Dia mencatat bahwa pada Februari lalu asosiasinya mengunggah 60 foto yang belum dibagikan sebelumnya.

Undang-undang yang mulai diberlakukan pada 17 Juni tersebut dinamai Caesar Art berdasarkan nama seorang fotografer forensik militer dengan nama sandi “Caesar” yang berhasil membocorkan foto-foto korban yang disiksa hingga tewas pada tahun 2014.

Foto-foto yang diambil oleh Caesar pertama kali diunggah oleh media Anadolu Agency pada tahun 2014 dan membuat dampak yang luar biasa secara global, dalam arti membuktikan kejahatan perang yang selama ini dilakukan oleh rezim Asad seperti penyiksaan sistematis dan kelaparan yang menewaskan para tahanan.

Pada 18 Desember 2019, Senat AS mengadopsi rancangan undang-undang yang menetapkan sanksi tambahan kepada individu dan organisasi yang membantu rezim Asad termasuk dua sekutunya, Rusia dan Iran.

Pada 21 Desember, presiden AS Donald Trump menandatangangi UU Perlindungan Warga Sipil Ceasar Art, yang termasuk dalam anggaran pertahanan negara tahun 2020.

Pertempuran di Suriah meletus pada 2011 ketika rezim Asad secara brutal menembaki dan menahan para demonstran yang melakukan aksi damai menuntut keadilan.(rafa/arrahmah.com)