Media tempatan dan luar takjub dengan pendapat tajam Dr Mahathir

Pendapat tajam dan analitikal Perdana Menteri Dr Mahathir Mohamad mendapat perhatian media tempatan dan luar yang membuat liputan Persidangan Perniagaan dan Pelaburan Asean hari ini. – Gambar EPA, 2 November, 2019.

MEDIA tempatan dan luar yang membuat liputan Persidangan Perniagaan dan Pelaburan Asean hari ini merasa takjub dengan pendapat tajam dan analitikal Dr Mahathir berhubung pelbagai isu semasa yang dibangkitkan.

Semasa sesi dialog yang berlangsung selama 45 minit itu, perdana menteri bukan sahaja menarik perhatian media malah mereka pulang dengan rasa kagum.

https://www.themalaysianinsight.com/bahasa/s/194344?fbclid=IwAR1_x2-Rqkghg39oSbFgCJTxhcM670_Af7gMxNd_IcfBqZlooL-PHcE3oIE

 

13 Manfaat Makanan Halal Untuk Agama dan Kesihatan

1 TUN SAYANG1 A CERDIK1 MUJAHID1 BABI RASUAH1 PUNCA ISLAM DIHINA1 AAA RASUAH1 BAPA FITNAH BERSARANG DALAM PAS1 A TERANCAM1 INFO

Makanan yang dikatakan halal tidak hanya sekedar bagaimana mendapatkan makanan tersebut, namun juga tentang apakah makanan tersebut baik untuk tubuh dan sesuai dengan ajaran Allah SWT. Bagi umat muslim, makanan tidak hanya sekedar untuk mengisi perut dan menyehatkan badan saja, akan tetapi juga harus tinggi akan kandungan gizi dan harus memiliki nilai halal baik untuk cara mendapatkan makanan tersebut atau kandungan yang ada dalam makanan. Larangan untuk mengkonsumsi berbagai makanan yang tidak halal ternyata bukan hanya sekedar larangan tanpa alasan, namun sebenarnya juga bisa merugikan tubuh sekaligus melanggar kaidah agama Islam. Sedangkan manfaat makanan halal yang bisa diperoleh oleh tubuh sangat beragam khususnya menurut ajaran agama Islam dan beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Terhindar Dari Akhlak Mazmumah

Hanya mengkonsumsi berbagai jenis makanan dan minuman yang halal akan membuat seseorang bisa terhindar dari akhlak mazmumah yang artinya terhindar dari tingkah laku tidak terpuji atau perbuatan yang jahat dimana semua itu bisa merusak keimanan dan menjatuhkan martabat sebagai seorang manusia.

  1. Menjauhi Sumber Penyakit

Mengkonsumsi makanan dan minuman yang diharamkan mempunyai banyak mudharat seperti sumber penyakit yang akan membuat tubuh semakin lemah bahkan menjadi salah satu orang yang dibenci oleh Allah dan juga Rasul-Nya. Sementara dengan mengkonsumsi makanan halal, maka sistem kekebalan tubuh bisa semakin meningkat untuk melawan penyakit sekaligus juga mendapatkan ridho Allah SWT.

  1. Mendapatkan Ridha Allah SWT

Kegunaan lain dari mengkonsumsi makanan halal adalah agar ketika menyantap makanan nantinya ridha Allah SWT bisa didapatkan karena sudah mentaati segala perintah-nya khususnya dalam memilih jenis makanan dan minuman yang halal.

  1. Sumber Tenaga

Makanan halal juga memiliki akhlakul karimah sebab jika makanan halal dikonsumsi nantinya akan berubah menjadi sumber energi yang tidak hanya bisa digunakan untuk beraktivitas seperti belajar atau berolahraga namun juga bisa digunakan dalam beribadah.

  1. Menjaga Hati dan Akal

Mengkonsumsi hanya makanan halal juga nantinya akan berpengaruh positif pada pikiran dan juga hati seseorang. Mengkonsumsi makanan yang halal maka juga akan memperbaiki hati begitu juga dengan sebaliknya apabila mengkonsumsi makanan haram sepertimanfaat daging anjing maka bisa membuat hati seseorang tercemar sekaligus berpengaruh terhadap kekhusukan pada saat beribadah termasuk dalam shalat. Mengkonsumsi makanan halal juga akan menjauhi diri dari kekerasan hati yang nantinya membuat seseorang juga tidak mampu melihat kesusahan orang lain dan tidak mau memberi bantuan pada orang tersebut.

  1. Menuntun ke Surga

Makanan haram yang dikonsumsi seperti manfaat daging babi akan berubah menjadi daging. Daging tersebut nantinya akan membawa seseorang menuju ke neraka seperti yang sudah disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW. Untuk itu, dengan mengkonsumsi makanan yang sudah jelas tentang kehalalannya, maka kita akan terhindar dari api neraka tersebut.

  1. Memperbaiki Keturunan

Mengkonsumsi makanan halal termasuk hanya memberikan makanan halal pada anak nantinya juga bisa menghasilkan kebaikan. Sebaliknya jika memberikan makanan haram pada anak seperti manfaat minyak babi, maka hal tersebut bisa merusak akhlak dan juga kebaikan pada diri anak. Untuk itu sebagai orang tua, pastikan untuk selalu memberikan makanan halal pada anak anak agar bisa terhindar dari sifat dan sikap anak yangs ering membangkang dan sulit diatur.

Manfaat Makanan Halal Lain

Selain beberapa kegunaan dari makanan halal yang sudah kami berikan diatas, masih ada beberapa manfaat lain yang bisa diperoleh dari makanan halal seperti:

  • Memberikan ketenangan dalam kehidupan dan kegiatan sehari hari
  • Menjaga kesehatan baik jasmani dan rohani
  • Mendapatkan perlindungan dari Allah SWT
  • Memperoleh iman dan ketaqwaan dari Allah SWT
  • Memperoleh kepribadian jujur dalam hidup dan sikap yang apa adanya
  • Mendapatkan rezeki yang barokah baik dunia dan juga akherat

Selain bisa memberikan banyak keuntungan untuk kesehatan tubuh, manfaat makanan halal yang dikonsumsi juga bisa memberikan banyak keuntungan dalam segi agama sehingga bisa selalu berada dalam perlindungan Allah SWT.

https://manfaat.co.id/manfaat-makanan-halal

8 Kesan Makan Makanan Haram Atau Dari Sumber Yang Haram

1 AZHAR SOLAT TIDAK DITERIMA

  1. Mewarisi sifat kebinatangan seperti binatang-binatang yang Allah haramkan. manusia yang makan khinzir akan bersifat seperti  khinzir pada kelakuannya seperti tamak dan mementingkan diri.
  2. Allah tidak menerima doa mereka yang makan makanan haram. Maka segala amalan kebajikan seperti sedekah, haji, solat Dhuha, solat sunat, taubat, tangisan yang benar-benar taubat tetapi segala-gala Allah gantungkan pahalanya dan menolak segala doanya yang benar-benar menyesal.Namun Allah tidak memandang wajahNya kepada orang yang makan makanan Haram.. segal-galanya tidak ada nilai di sisi Allah selagi apa yang menjadi hidangan dan pakaiannya bersumberkan perkara haram.
  3. Kehidupan tidak tenang dan tenteram. Baginda Rasulullah telah bersabda: Ada seorang  lelaki datang dari tempat yang jauh, rambutnya tidak terurus, penuh dengan debu lalu dia mengangkat tangannya ke langit sambil berdoa ” Wahai Tuhanku” padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan diberi makanan yang haram pula. Maka bagaimana mungkin doanya akan dimakbulkan/ ” ( HR Muslim & Tarmizi ).
  4. Hati payah menerima kebenaran. Sukar menerima kebenaran walaupun di tahu bahawa dirinya berada pada pihak yang salah.
  5. Hilang rasa sensitif terhadap perkara yang baik. tidak bersemangat untuk berlumba-lumba melakukan kebaikkab dan kebajikan. Hilang rasa cemburu terhadap anak dan isteri walaupun sehingga tahap isteri dan anak-anaknya melakukan perkara-perkara berdosa di hadapannya.Tetapin tidak timbul perasaan untuk melarang atau marah terhadap isteri dan anak-anaknya.
  6. Bersemangat melakukan maksiat. Apabila terdengar program-program maksiat maka jiwanya akan segar bugar untuk menyertainya, walaupun terpaksa menghabiskan wang dan ringgit. tetapi apabial mendengar program-program akhirat. Maka seribu alasan akan dibentangkan untuk mengelak dirinya menyumbangkan tenaga pada program tersebut.
  7. Kepintaran dan Kelebihan digunakan untuk melakukan kejahatan. Pemberian Allah seperti emas dan perak atau minyak yang melimpah pada sesebuah negara Islam hanyalah digunakan untuk melakukan maksiat tetapi jika untuk kebaikkan Allah dan Rasulnya tidak mendapat peruntukan sewajarnya.
  8. Mewariskan penyakit. Ternyata di saat sekarang ini..telah lahir akibat manusia memakan khinzir walupun secara santifik tetapi kesannya boleh dirasakan seperti SAR , JE dan H1N1 serta sebagainya. Manusia tidak makan makanan haram tersebuk secara lahiriah tetapi dimasukkan perisa khinzir pada makanan dan perubatan sejumlah kecil sahaja sehingga tidak dirasakan kewujudan khinzir pada makan dan minuman tersebut tetapi Allah Maha Kaya dan Maha Mengetahui tetap mendatangkan penyakit tersebut kepada pemakan atau pengguna yang telah menggunakannya.

https://peribadirasulullah.wordpress.com/2009/11/26/kesan-makanan-haram-kepada-syakhsiah-muslim/

Gelaran Al-Amin Kepada Rasulullah SAW

1 AL AMIN HADI BOHONG

Gelaran Al-Amin yang bererti ‘orang yang dipercayai’ diberikan kepada Nabi Muhammad S.A.W kerana baginda membesar menjadi pemuda yang dikenali dengan kejujuran.
Bagi masyarakat Kota Makkah, tidak ada orang yang boleh dipercayai lebih daripada Muhammad Al-Amin.

Ketika Kaabah rosak disebabkan banjir, orang Quraisy telah bergotong-royong untuk memperbaikinya.

Sehinggalah saat ketika sampai pada pengangkatan dan peletakan semula Hajar Aswad ke tempat asalnya semula, lantas terjadinya perselisihan antara mereka.

Masing-masing suku atau kabilah ingin mendapat kehormatan untuk melakukan pekerjaan tersebut. Akhirnya salah seorang daripada mereka kemudiannya berkata:

“Serahkan keputusan ini pada orang yang pertama memasuki pintu Shafa ini.”

Mereka semua berhenti bekerja dan menunggu orang pertama yang akan memasuki pintu Shafa tersebut.

Tidak lama setelah itu, muncullah Muhammad bin Abdullah (pada ketika itu baginda S.A.W belum lagi dilantik menjadi Nabi dan Rasul).

Melihat sosok Nabi Muhammad S.A.W, mereka semua kemudian berseru:

“Itu dia al-Amin, orang yang terpercaya. Kami rela menerima semua keputusannya.”

Kunyah adalah nama yang dimulai dengan Abu atau Ummu (ayah atau ibu). Kunyah berasal dari tradisi bangsa arab.

Ibnu Qayyim juga mengatakan, “Kunyah adalah salah satu bentuk penghormatan terhadap orang yang diberi kunyah… diantara petunjuk Nabi adalah memberi kepada orang yang sudah punya ataupun yang tidak punya anak. Tidak terdapat Hadits yang melarang berkunyah dengan nama tertentu, kecuali berkunyah dengan nama Abu Qasim.” (Zaadul Maad, 2/314).

Mengapa dilarang berkunyah dengan nama Abu Qasim? Kerana Abu Qasim adalah kunyah baginda Nabi S.A.W. Anak sulung baginda bernama Qasim bin Muhammad.

Jadi baginda turut dipanggil sebagai Abu Qasim. Mengikut setengah pendapat di kalangan ulama, larangan menggunakan kunyah Abu Qasim ini hanya sewaktu pada zaman Nabi sahaja supaya orang ramai tidak keliru dengannya.

Bila disebut Abu Qasim, orang pada ketika itu tahu ia merujuk kepada baginda Nabi sahaja. Kini ia tiada masalah untuk digunakan kerana baginda Nabi sudah lama wafat.

Sudah menjadi kebiasaan para isteri-isteri pembesar Makkah selalunya akan mengupah ibu susuan yang datang dari desa untuk menyusu anak-anak mereka dan juga memelihara anak-anak mereka setelah mereka melahirkan anak.

Kita semua tahu Nabi mempunyai ibu susuan yang bernama Halimah binti Abu Zu’aib as-Sa’adiah. Beliau merupakan isteri kepada al-Harith bin Abdul Uzza (Abu Kabsyah).

Baginda Nabi S.A.W turut pernah digelar sebagai Ibnu Abi Kabsyah.

Sewaktu peristiwa pembelahan bulan. Ketika baginda menunjukkan mukjizat baginda membelah bulan kepada orang-orang Quraisy.

Telah berkata orang-orang musyrikin tersebut:

“Ibnu Abi Kabsyah telah menyihir kita”.

http://gerakanpenamalaysia.blogspot.com/2019/01/gelaran-al-amin-kepada-rasulullah-saw.html

Wallahualam.
___________________________
Zulfikar Egar~
Lajnah Makalah Agama

Hikmah Allah SWT Menjadikan Manusia Pelbagai Kaum dan Bangsa Bukanlah Untuk Permusuhan Dan Berbunuh-Bunuhan.

Mengapakah manusia dijadikan pelbagai kaum dan bangsa?

 

1 ALLAH SWT PERANCANG TERBAIK

(Nota: Penulisan ini lebih merupakan pendapat peribadi berdasarkan pengamatan dan pengalaman sendiri. Ia bukannya suatu kajian ilmiah mahupun penyelidikan saintifik. Anda disarankan memikirkannya secara kritikal, itupun jika mahu, dan tidak menerimanya secara bulat-bulat apa yang dituliskan di sini)
(Gambar hiasan. Sumber)

Dalam Al-Quran, suraht Al-Hujurat, ayaht 13 yang bermaksud, “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang lelaki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti“.

Ayaht tersebut secara tersuratnya menyatakan bahawa manusia dijadikan berbilang kaum supaya saling mengenal. Saya tidak berhasrat memberi tafsiran selain terjemahan, kerana saya bukan ahli tafsir Al-Quran.
Cuma apabila saya memerhatikan sekeliling dan cuba mendalami ‘intipati’ ayaht tersebut (berdasarkan terjemahannya, dan kemudian dibandingkan dengan cerapan dan berfikir), saya mendapati bahawa hikmah terjadinya pelbagai golongan manusia itu seakan lebih daripada sekadar saling kenal mengenal. Sama ada apa yang saya fahami ini merujuk kepada tafsir ayaht tersebut atau tidak, saya tidak pasti.
Kepelbagaian golongan manusia hakikatnya didatangkan secara pakej dengan kelebihan dan kekurangan. Setiap manusia, masing-masing ada keupayaan dan ketidakupayaan yang berbeza (dan mungkin hampir sama). Selain keupayaan fizikal, keupayaan mental dan naluri juga berbeza (dan ada yang hampir sama) antara manusia. Justeru ‘hikmah’ penciptaan pelbagai kelompok manusia, menurut apa yang saya fahami, antaranya ialah untuk memenuhi kehendak dan keperluan sesama manusia.
Saban hari apabila berinteraksi dengan orang lain, saya dapat merasai mendapat ‘sesuatu yang baharu’ daripada interaksi tersebut. Kadang-kadang orang memberitahu saya suatu perkara yang tidak/belum saya ketahui. Ada masanya saya melihat orang melakukan perkara yang sama sekali tidak mampu saya lakukan. Ada pula orang yang menghadapi suatu perkara yang terlalu ekstrem sehinggakan saya kagum dengannya (kerana saya yakin saya tidak mampu menghadapi keadaan tersebut). Ada orang dapat idea, ilham dan cetusan fikiran yang tidak pernah saya terfikir, dan segala macam kelebihan lagi ada pada orang lain. Justeru dengan adanya orang lain yang mempunyai kelebihan, dapat menampung pelbagai ‘kekurangan’ yang ada pada diri, bahkan yang mungkin saya tidak sedari jika saya tidak berinteraksi dengan orang tersebut.
Namun kelebihan orang lain itu janganlah dieksploitasi pula untuk kepentingan diri sendiri kita semata-mata. Seharusnya kita gunakanlah pula kelebihan yang ada pada diri kita untuk membantu atau memenuhi keperluan orang lain juga jika diperlukan. Dengan adanya timbal-balik yang dilakukan dengan ikhlas, tentunya akan mewujudkan suatu set interaksi dan tindakbalas yang dapat memastikan ‘sistem’ hidup kita berjalan dengan baik.
Wallahua’lam (Allah lebih mengetahui). Rajin-rajinlah belek/baca Al-Quran dan sama-samalah kita renungkan…