Ahli Parlimen Kulai, Teo Nie Ching Menyumbang RM55,500 Kepada Masjid & Surau

SEBANYAK 29 masjid dan 53 surau dalam kawasan Parlimen Kulai menerima sumbangan keseluruhan RM55,500 bagi membantu melaksanakan aktiviti dan program di bulan Ramadan.

Ahli Parlimen Kulai, Teo Nie Ching berkata, setiap masjid menerima sumbangan RM1,000, manakala RM500 untuk setiap surau.

Menurutnya, sumbangan berkenaan bagi memanfaatkan penduduk setempat dalam melaksanakan pelbagai program di masjid dan surau.

“Buat pertama kalinya saya memperuntukkan sumbangan sempena Ramadan untuk masjid dan surau dan berharap ia dimanfaatkan dengan sebaik mungkin.

“Turut nenerima bantuan membabitkan sumbangan kepada 50 asnaf di Taman Putri yang menerima bantuan berbentuk wang tunai sebanyak RM150.

“Saya berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban mereka dan memeriahkan sambutan Aidilfitri,” katanya.

Beliau yang juga Timbalan Menteri Pendidikan berkata demikian selepas menyampaikan sumbangan diDewan Taman Putri, Kulai, kelmarin.

Hadir sama, Ahli Dewan Undangan Negeri (ADUN) Senai, Alan Tee Boon Tsong dan Pegawai Daerah Kulai, Mohd Khir Johari Salleh.

Teo berkata, sempena Ramadan ini, pihaknya juga berharap keharmonian masyarakat juga dapat dikekalkan.

“Kita sentiasa mengekalkan rasa

kasih-sayang antara satu sama lain tanpa mengira kaum dan agama.

“Saya yakin semangat dan amalan daripada hati yang ikhlas akan dapat menyatupadukan kita sebagai rakyat Malaysia,” katanya.

https://www.hmetro.com.my/mutakhir/2019/05/459523/sumbangan-rm55500-untuk-surau-masjid?fbclid=IwAR0ybJQ6hTB54rIGXEDje1ws0W4MRaDISslRkwd8K8O631xtQr2l5NyeYCc

Goldman Sachs menyerahkan Kembali S$40 juta (RM120.7 juta) Kepada Kerajaan Pakatan Malaysia.

KUALA LUMPUR: Bekas eksekutif Goldman Sachs, Roger Ng dan keluarganya dilaporkan bersetuju untuk menyerahkan kira-kira S$40 juta (RM120.7 juta) yang dikaitkan dengan 1Malaysia Development Berhad (1MDB) kepada pihak berkuasa Singapura.

Memetik sumber, Bloomberg melaporkan Ng yang ditahan minggu lalu di negara ini atas permintaan pihak berkuasa Amerika Syarikat, akan memulangkan dana yang dibekukan di republik itu.

Pada September lalu, mahkamah di Singapura mengarahkan supaya sejumlah S$15.3 juta (RM46.075 juta) yang dikaitkan dengan 1MDB dan SRC International dipulangkan kepada Malaysia.

Bloomberg juga melaporkan, Ng turut mencabar perintah ekstradisi ke Amerika Syarikat (AS) yang mana beliau akan berhadapan pertuduhan jenayah berhubung skandal 1MDB.

Ng dituduh tanpa kehadirannya di mahkamah AS minggu lalu, bersama rakan bekas eksekutif Goldman, Tim Leissner dan ahli perniagaan dalam buruan, Low Taek Jho atau Jho Low.

Dalam pertuduhan berkenaan menyebut, Jho Low dan dan Ng bersubahat mengubah berbilion dolar wang yang diselewengkan daripada 1MDB dan berkonspirasi untuk melanggar Akta Pencegahan Rasuah Pegawai Asing (FCPA) dengan membayar rasuah kepada pihak berkuasa Malaysia dan Abu Dhabi.

Sebelum ini, Ng adalah kakitangan Goldman Sachs di Asia Tenggara.

https://www.bharian.com.my/berita/kes/2018/11/495957/1mdb-roger-ng-setuju-pulangkan-rm120-juta?fbclid=IwAR3Xyf1ZpamUNOyHTsDx2iFDRE0nBviQdtsMYs6gzXXZ-X-schQA69d2BDE

Pengaruh Rezeki Yang Halal dan Haram Dalam keluarga

1 KESAN MAKAN HARAM1 SEDEKAH 1MDB1 KESAN HARTA HARAM

Empat belas abad yang silam, Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wasallam telah memprediksi suatu kondisi yang akan terjadi pada umatnya, seperti dalam sabdanya:

يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ، لاَ يُبَالِي الْمَرْءُ مَا أَخَذَ مِنْهُ، أَمِنَ الحَلاَلِ أَمْ مِنَ الحَرَام

“Akan datang kepada manusia suatu masa, (pada waktu) seseorang tidak lagi menghiraukan sesuatu yang diraihnya, apakah dari (sumber) yang halal ataukah dari (sumber) yang haram.” (HR. al-Bukhari dan an-Nasai dari sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu dan disahihkan oleh Syekh al-Albani dalam Shahih At-Targhib Wat-Tarhib)

Hanya orang yang memiliki indra yang tidak normal yang mengingkari kebenaran prediksi Rasul di zaman sekarang ini. Zaman di mana kejahatan untuk memperoleh rezeki dilengkapi dengan berbagai “ilmu” dan perangkat teknologi canggih. Ada yang berusaha mencari rezeki dengan cara penipuan via pesan singkat (SMS), ada yang profesi utamanya adalah penipuan via bisnis online, ada juga yang dengan “kepandaiannya” mampu membobol mesin anjungan tunai mandiri (ATM), dan yang tidak asing lagi di negeri kita adalah modus pencurian kelas kakap yang dilakukan oleh oknum elit dengan hasil “wah” bernama korupsi.

Hadits di atas menggambarkan potret manusia materialis; manusia yang hanya berorientasi kepada hasil dengan menghiraukan proses untuk memperoleh hasil sebanyak-banyaknya. Mereka adalah tipe manusia yang boleh jadi bersyahadat tetapi tidak meyakini bahwa segala amal perbuatan dan usahanya akan dihisab di hari akhirat kelak. Hari di mana semua rahasia di dunia akan terungkap secara transparan. Firman Allah ‘Azza Wa Jalla:

يَوۡمَ تُبۡلَى ٱلسَّرَآئِرُ ٩ فَمَا لَهُۥ مِن قُوَّةٖ وَلَا نَاصِرٖ ١٠

Pada hari dinampakkan segala rahasia, maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatanpun dan tidak (pula) seorang penolong (QS. Ath-Thariq: 9 –10)

Memang harus diakui bahwa mencari rezeki dengan tujuan untuk memberikan nafkah pada istri dan anak-anak adalah merupakan kewajiban suami sekaligus ladang ibadah sosial untuk menuai pahala dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, namun untuk mencapai nilai ibadah itu, harus memenuhi tiga syarat, yaitu:

Pertama: Diniatkan karena mematuhi perintah Allah sebagai suami,

Kedua: Memperhatikan metode (cara) memperoleh rezeki itu. Harus dipastikan dari cara yang halal, dan jika ragu akan halal-haramya, maka metode itu harus dihentikan terlebih dahulu dan bertanya kepada ahli yang mengetahui hukum halal-haram,

Yang ketiga adalah memanfaatkan hasil usaha tersebut (rezeki) pada jalan-jalan yang Allah ridhai, seperti memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok keluarga, berpartisipasi membangun masjid, berinfak, menunaikan haji atau umrah, berinfak, bersedekah atau mengeluarkan zakatnya jika nishab dan haulnya telah memenuhi syarat.

 

Jika ke tiga syarat itu terpenuhi, maka rezeki yang diusahakan insya Allah akan mendatangkan berkah pada pribadi dan anggota keluarga. Mungkin hasil usahanya tidak terlalu banyak, namun pengaruh rezeki yang halal tersebut akan mendatangkan kebahagiaan keluarga yang hakiki (keluarga sakinah), anak-anak tumbuh menjadi generasi yang shalih, cerdas, terampil, kuat, berbakti pada orang tua dan menjadi generasi yang mampu memberikan kotribusi terhadap Islam, umat, bangsa dan negaranya.

Perhatikan, apa rahasia dibalik kejeniusan Imam Bukhari Rahimahullah yang pernah menghafalkan 15.000 hadits disertai keterangannya di hadapan teman-teman belajarnya untuk menjawab keraguan bahwa beliau tidak punya perhatian dan tidak serius terhadap pelajaran, karena Imam Bukhari ketika hadir dalam halaqah ilmu tidak membawa alat tulis-menulis. Ternyata salah satu rahasia kejeniusan itu adalah karena ayahnya tidak pernah memberikan nafkah kepada anaknya dari sumber-sumber yang syubhat (meragukan status halal-haramnya) sekalipun; bukan hanya dari sumber yang haram, tapi dari sumber rezeki yang masih meragukan, apakah haram atau halal, dengan kata lain masih ada kemungkinan halalnya.

Sebaliknya, nafkah yang diperoleh dari rezeki yang haram akan memberikan dampak yang buruk bagi kehidupan dan pembinaan keluarga sehingga upaya menghadirkan syurga (kebahagiaan yang hakiki) dalam keluarga akan menjadi sesuatu yang mustahil dan hanya menjadi angan-angan belaka. Diantara pengaruh yang ditimbulkan oleh rezeki yang haram; haram dzatnya dan atau  haram sumbernya adalah sebagai berikut:

Pertama: Menjadi penghalang terkabulnya do’a. Nabi Shallahu ‘Alaihi Wasallam mengisahkan dalam sabdanya, yang artinya:

Sesungguhnya Allah itu baik, dan tidaklah akan menerima kecuali yang baik pula. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan orang-orang beriman dengan perintah yang telah Ia tujukan kepada para rasul. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ

“Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan: (Qs. Al Mukminun: 51). Dan Allah juga berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ

“Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari rizki-rizki baik yang telah Kami karuniakan kepadamu.”

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan seorang lelaki yang bersafar jauh, hingga penampilannya menjadi kusut dan lalu  ia menengadahkan kedua tangannya ke langit sambil berkata: ‘Ya Rab, Ya Rab,’ sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan dahulu ia diberi makan dari makanan yang haram, maka mana mungkin permohonannya dikabulkan.” (Riwayat Muslim dan At-Tirmidzi dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, dimana syek Al-Albani berkata hadits ini Hasan Shahih At-Targhib Wat-Tarhib )
Menurut penjelasan para Ulama, sekalipun lelaki di atas mengumpulkan beberapa sebab mustajabnya do’a, yaitu: safar, mengangkat tangan ke langit, menggunakan asma Allah (Ya Rabb, Ya Rabb) dan dalam keadaan yang sulit, namun karena bertemu dengan penghalang doa; rezeki yang haram, maka doanya tidak terkabul.

Salah satu ni’mat agung seorang mukmin adalah pengabulan do’a, termasuk keutamaan orang tua terhadap anaknya adalah do’anya mustajab, namun apalah artinya sebab-sebab mustajab itu ada jika dinodai oleh “sang penghalang do’a”, rezki yang haram. Untuk meraih keluarga sakinah dan generasi yang menyejukkan mata, Allah menyiapkan do’anya (simak QS. Al-Furqan: 74), namun apalah artinya do’a itu jika kembali bertemu dengan “sang penghalang do’a”, rezki yang haram. Wal ‘Iyadzu billah.

Kedua: Rezki yang haram akan menghilangkan berkah.

Kata berkah dari sisi bahasa berarti az-ziyadah yang artinya bertambah dan an-namaa’ yang artinya tumbuh berkembang. Menurut Imam Al-Baghawy rahimahullah, yang dimaksud dengan barakah adalah tetapnya kebaikan ilahy dalam sesuatu. Maka di dalam Islam rezeki yang diinginkan adalah rezeki yang bertambah dan mengandung kebaikan di dalamnya. Jika rezki yang diperoleh mengantarkan kita ringan dan tekun beribadah, ringan berbuat amal-amal kebaikan, ucapan dan perilaku kita menyenangkan orang lain, maka itulah tanda-tanda rezeki yang berberkah.

Berkah dari suatu rezki tidak ditentukan oleh jumlahnya yang banyak. Realitas menunjukkan bahwa ada keluarga yang bergelimang dengan harta, wajah cantik dan tampan tetapi kehidupan keluarga tersebut hancur berantakan, suami-istri pisah, karena masing-masing berselingkuh, anak-anaknya terlibat berbagai masalah sosial, ada yang terlibat geng motor, ada yang pelaku sodomi, ada yang penipu ulung. Ini hanya sekelumit contoh keluarga yang kehilangan berkah; kehilangan nilai-nilai kebaikan, kehilangan ketenangan dan pada akhirnya kehilangan kebahagiaan, karena rezeki mereka tidak berberkah akibat dirampas oleh sesuatu yang haram dari rezeki itu, bisa dzatnya, bisa sumbernya (cara memperoleh rezeki) atau bisa kedua-duanya.

Semoga Allah melimpahkan keluarga kita rezeki yang halal dan berkah dan melindungi keluarga kita dari rezki yang haram dan tidak berberkah. Aamin Ya Rabbal ‘Alamin.

Pengaruh Rezeki Yang Halal dan Haram Dalam keluarga

Kementerian Pertahanan Semasa Najib Amat Lemah, Enjin Jet Pejuang Boleh Hilang.

Image result for enjin jet ditemui

Kerajaan Uruguay telah menghantar notis kepada kerajaan Malaysia bahawa ia telah menemui dua enjin jet F-5E milik Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) yang dilaporkan hilang, kata Peguam negara Tan Sri Abdul Gani Patail hari ini.

 

Katanya kerajaan menangani perkara itu dengan penuh kesungguhan dan sedang mengambil langkah perlu bagi mendapatkan kembali dua enjin berkenaan setelah menerima makluman daripada kerajaan Uruguay tentang penemuannya.

“Kejayaan yang dicapai setakat ini, hingga membawa kepada penemuan dua enjin jet milik TUDM itu, adalah hasil usaha dan kerjasama rapat antara kerajaan Malaysia dan kerajaan Uruguay,” katanya dalam satu kenyataan.

Katanya kerajaan telah mendapatkan bantuan pihak berkuasa di Uruguay untuk mengesan dua enjin yang dicuri itu yang dipercayai telah dibawa ke Uruguay.

Beliau berkata sebagai pemilik sah enjin jet yang dicuri itu, kerajaan juga menghubungi Kedutaan Uruguay di Kuala Lumpur serta Badan Penasihat Pusat bagi Bantuan Perundangan Bersama Uruguay dan telah memberi notis awal berhubung penemuan semula dan penghantaran enjin berkenaan melalui bantuan bersama dalam rejim hal berkaitan jenayah.

 

Langkah itu sejajar dengan Akta Bantuan Bersama Berkaitan Hal-hal Jenayah 2002, katanya.

 

Abdul Gani juga menyatakan penghargaan beliau terhadap Kedutaan Uruguay di Kuala Lumpur, khususnya Duta Besar Pablo Sader, atas segala bantuan yang diberi kepada Bahagian Hal Ehwal Antarabangsa Pejabat Peguam Negara dan Polis Diraja Malaysia, yang membawa kepada penemuan semula enjin yang dicuri itu.

Dua enjin berkenaan dilaporkan hilang sejak 2007.

– Bernama

KUALA LUMPUR: Enjin jet pesawat supersonik F5E milik Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) yang dicuri dalam satu sindiket dalaman dua tahun lalu telah ditemui – di Argentina. Sehubungan dengan itu, beberapa pegawai kanan TUDM, termasuk jeneral dijangka akan disoal siasat oleh pihak polis. Ketua Polis Negara, Tan Sri Musa Hasan berkata, pihaknya masih perlu menyoal siasat beberapa pegawai tinggi TUDM termasuk beberapa jeneral walaupun empat orang termasuk tiga dari kalangan staf rendah telahpun ditahan (dan kemudian dibebaskan dengan ikat jamin).

“Kita perlu menyoal siasat pegawai-pegawai tinggi kerana bukanlah mudah untuk menyeludup keluar enjin yang sebegitu besar tanpa perlepasan atau dokumentasi yang betul.

“Pihak polis setakat ini telah merampas dan menemui beberapa dokumen berkaitan dengan penjualan enjin pesawat itu termasuklah dokumen berkaitan penghantarannya keluar dari negara ini,’’ kata beliau.

Adalah difahamkan, enjin turbo jet General Electric J85-21A itu — untuk kegunaan pesawat F-5E Tiger 11 satu tempat duduk dan RF-5E Tigereye – telah dibawa keluar menerusi Pelabuhan Klang ke sebuah negara ketiga sebelum ia tiba ke destinasi akhir iaitu di Argentina.

Difahamkan juga kesemua dokumen yang berjaya dirampas oleh polis adalah dokumen asal dan asli dan bukannya dipalsukan untuk tujuan penjualan.

Sebelum ini, Menteri Pertahanan, Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi dilaporkan berkata, enjin yang dicuri itu telah disedari hilang dari Pangkalan Udara Sungai Besi sewaktu rutin pemeriksaan penyelenggaraan. Turut hilang ialah rekod penyelenggaraan dan juga servis enjin berkenaan.
Baca lebih lanjut di https://www.mstar.com.my/lokal/semasa/2009/12/24/enjin-f5e-tudm-yang-dicuri-ditemui-di-argentina/#kgSQwD91ZLgQpmtI.99

 

Enjin Jet F-5E Hilang Semasa Najib Jadi PM – Hebat Kementerian Pertahanan Najib

Najib memberikan komen yang seperti mengambil ringan sahaja terhadap kehilangan 2 enjin jet F-5E yang berharga setiap satu lebih RM300 ribu. Lihat laporan di bawah dari utusan malaysia,

 

Enjin jet pejuang yang hilang generasi lama, kata Najib

06/02/2010 4:51pm
KUALA LUMPUR 6 Feb. – Semua usaha diambil untuk menemui semula dua enjin jet pejuang F-5E milik Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) yang hilang, yang dikesan di Uruguay, walaupun barang-barang itu bukan aset strategik kepada negara, kata Perdana Menteri, Datuk Seri Najib Tun Razak.

 

Beliau berkata, kedua-dua enjin itu untuk kuasa jet pejuang F-5E berusia lebih 35 tahun kerana ia dibeli pada tahun 1972.

Bercakap kepada pemberita selepas melakukan lawatan tinjauan di Kampung Baru di sini hari ini, katanya, nilai enjin tersebut ialah kira-kira RM303,000 setiap satu.
“Kedua-duanya adalah enjin yang sangat lama… bukan enjin canggih. Jadi ia bukan satu aset strategik kepada negara. Ia bukanlah seperti enjin Sukhoi atau F-18,” kata beliau.
Katanya, enjin pesawat itu bukan lagi untuk pesawat barisan hadapan dari aspek kemampuan dan teknologi.
Semalam, Peguam Negara, Tan Sri Abdul Gani Patail berkata, kerajaan Uruguay telah mengesan dua enjin yang hilang itu dan usaha-usaha sedang dilakukan untuk membawanya balik. – Bernama
Komen Saya:
 
Kalau enjin yang berat bertan-tan, dan di bawah jagaan organisasi yang sepatutnya sentiasa berada di depan dalam hal-hal keselamatan negara, berjaya dicuri dengan selamba oleh hanya 2 orang sahaja, bagai mana dengan lain-lain hal terutamanya isu-isu maklumat rahsia yang menyentuh keselamatan negara?
 
Kalau di negara lain sudah pasti ada menteri yang akan meletakkan jawatan mengambil tanggungjawab terhadap kejadian yang amat memalukan itu, patutlah negara kita tidak semaju negara-negara tersebut. Kita kena tinggal dalam segala segi.

SPRM menahan bekas pegawai tugas-tugas khas kepada seorang bekas menteri

Image may contain: 1 person, text

Image may contain: text

#DalangAturProjek
#SPRM tahan bekas pegawai khas menteri

Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) hari ini telah menahan seorang bekas pegawai khas menteri kerana disyaki menjadi dalang yang mengatur projek-projek di sebuah kementerian termasuk pembekalan peralatan pesawat bernilai kira-kira RM1.8 juta.

Menurut sumber lelaki bergelar Datuk berusia 50 tahun tersebut ditahan kira-kira pukul 12 tengah hari ini di Ibu Pejabat SPRM Putrajaya ketika hadir memberi keterangan.

Siasatan awal mendapati, suspek dikatakan telah menerima wang rasuah daripada beberapa syarikat kontraktor sebagai balasan mendapatkan projek pembekalan peralatan secara rundingan terus dengan sebuah kementerian termasuklah pembekalan peralatan pesawat yang dianggarkan bernilai kira-kira RM1.8 juta pada sekitar 2017.

Tambah sumber lagi, SPRM juga sedang mengesan beberapa lagi individu dan syarikat pembekal di seluruh negara yang disyaki terlibat dengan individu tersebut.

Sementara itu, Timbalan Ketua Pesuruhjaya (Operasi) SPRM, Datuk Seri Azam Baki ketika dihubungi mengesahkan tangkapan tersebut.

Katanya, siasatan dijalankan mengikut Seksyen 17(a) Akta SPRM 2009 dan SPRM akan mendapatkan perintah tahanan reman terhadap suspek di Mahkamah Majistret Putajaya pagi esok.

 

Aktiviti Najib Mencuri Wang Rakyat Bermula 2011 Tetapi Kerajaan BN dan Badan2 Penguatkuasaan Undang2 Negara Tidak Bertindak.

Wang berjumlah RM1.9 bilion dipindah masuk ke dalam akaun bekas Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak setakat tahun 2013, Mahkamah Tinggi Kuala Lumpur diberitahu semalam.

Kemasukan wang itu berlaku antara tahun 2011 dan 2013 berdasarkan dokumen penyata akaun Ambank milik Najib, yang dirujuk peguam bela Harvinderjit Singh kepada saksi ke-21 pendakwaan, Pengurus Cawangan Ambank Jalan Raja Chulan, R Uma Devi.

Ketika dirujuk kepada dokumen berkenaan, Uma Devi bersetuju dengan cadangan Harvinderjit bahawa setakat tahun 2011, RM304 juta dikreditkan ke dalam akaun semasa Ambank bernombor 2112022009694 milik Najib.

Uma Devi turut bersetuju dengan cadangan peguam bahawa setakat 2012 pula, RM756 juta dikreditkan ke dalam akaun sama.

Harvinderjit kemudian mencadangkan kepada saksi itu bahawa setakat 2013, akaun itu menerima kemasukan wang berjumlah RM1.9 bilion, yang dijawab saksi, “Ya”.

Peguam itu kemudian mengemukakan Surat Arahan daripada Najib kepada Ambank bertarikh 30 Julai 2013 yang menyatakan bahawa wang berkenaan adalah derma dari Arab Saudi.

Harvinderjit: Berdasarkan kepada surat ini, adalah jelas bahawa pihak bank mengetahui wang yang dikreditkan itu adalah derma?

Saksi: Ya

Harvinderjit: Malalui surat ini, representasi yang dikemukakan kepada pihak bank ialah jumlah itu membabitkan pemulangan wang derma dan hadiah yang tidak digunakan?

Saksi: Ya

Bagaimanapun, saksi itu bersetuju dengan cadangan peguam bahawa beliau bukan pegawai yang layak untuk mengesahkan wang yang dinyatakan adalah derma, sebaliknya hanya pegawai kiriman wang yang boleh berbuat demikian.

Harvinderjit turut mengemukakan transaksi pindah masuk wang yang didakwanya terus daripada Putera Arab Saudi Faisal Al-Turki melalui dokumen penyata bank dengan nombor akaun sama kepada Uma Devi.

Dokumen itu menyatakan wang yang didakwa dikreditkan Putera Faisal ke dalam akaun Najib itu, antaranya pada 24 Februari 2011 dan 12 Jun 2011 yang satu daripada transaksi itu berjumlah RM30.5 juta, serta pada 2012 berjumlah RM152 juta.

Harvinderjit kemudian mengemukakan dokumen dua transaksi pindah masuk wang ke dalam akaun sama pada Ogos dan November 2011 berjumlah RM324 juta yang peguam itu cadangkan daripada Menteri Kewangan Arab Saudi.

Saksi itu juga bersetuju apabila Harvinderjit mencadangkan bahawa hanya pegawai kiriman wang yang boleh mengesahkan sumber dana berkenaan daripada Putera Faisal dan Menteri Kewangan Arab Saudi.

Uma Devi juga bersetuju dengan cadangan peguam berdasarkan Surat Arahan Najib kepada Ambank, wang yang tidak digunakan berjumlah AS$620 dimasukkan ke dalam akaun Ambank AmPrivate Najib yang baharu sebelum dipulangkan kepada pengirimnya.

Sementara itu saksi itu berkata, akaun Ambank Gandingan Mentari Sdn Bhd, subsidiari kepada SRC International Sdn Bhd, disenaraikan sebagai akaun berisiko tinggi.

Uma Devi berkata, ia disenaraikan demikian oleh Ambank kerana akaun itu mengendalikan jumlah aliran wang yang banyak.

Katanya akaun berkenaan memerlukan pemantauan tambahan daripada Jabatan Pematuhan bank, berdasarkan sistem bank yang tertakluk kepada kriteria yang ditetapkan.

Ketika disoal Harvinderjit mengenai kaedah pemantauan dilakukan pihak bank terhadap akaun berisiko tinggi, Uma Devi menjawab: “Pihak bank akan meneliti akaun itu secara berterusan.

“Proses itu akan dibuat secara bulanan oleh Jabatan Pematuhan,” katanya.

Perbicaraan di hadapan Hakim Mahkamah Tinggi Mohd Nazlan Mohd Ghazali bersambung hari ini.

https://www.bharian.com.my/…/rm19-bilion-dalam-akaun-najib-…